Politik Pemerintahan

Status Aset Lahan PCNU Gresik Mencuat Lagi

Gresik (beritajatim.com) – Status aset lahan seluas 1,5 hektar milik PCNU Gresik yang semula sempat meredup kini kembali mencuat setelah beredarnya surat undangan bernomor 746/PC/A.II/L-09/X/2019 yang dikirimkan jajaran pimpinan syuriah-tanfidziyah PCNU kepada seluruh pengurusnya. Dijadwalkan, agenda untuk membahas lahan tersebut berlangsung besok (8/9) di Kantor PCNU Gresik.

Dalam isi surat tersebut disebutkan ada agenda pembahasan menindaklanjuti munculnya surat pernyataan kerjasama pembangunan hotel syariah dari sebuah perusahaan yang disebut-sebut sudah bekerjasama dengan pengurus PCNU.

Selain itu, pertemuan ini juga untuk membahas hasil rapat terbatas PCNU pada akhir September 2019 lalu untuk menindaklanjuti kerjasama ini.

Terkait dengan ini, Ketua PCNU Gresik, KH.Khusnan Ali saat dikonfirmasi membenarkan rencana pertemuan tersebut.

“Pertemuan itu merupakan tabayyun atas masalah lahan,” ujarnya, Senin (7/10/2019).

Kendati demikian, Khusnan Ali tidak membeberkan secara detail alasan digelarnya forum tabayyun tersebut.

“Tabayyun ini sangat penting untuk memperoleh kejelasan. Jika sudah jelas, berarti sudah. Tapi jika tidak jelas kami akan mencari pangkal ujung persoalannya,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, permasalahan lahan itu mencuat pada awal Mei 2019 lalu. Pemicunya adalah dicopotnya plakat bertuliskan ‘Tanah Ini Milik PCNU Gresik’ di lahan tersebut. Bahkan, tanah seluas 4.900 meter persegi itu ditutupi seng.

Sewaktu dikonfirmasi, ternyata lahan itu dikabarkan bakal segera dibangun sebuah hotel. Kabar awal, rencana itu adalah hasil kerjasama dengan sebuah perusahaan bernama PT Graha Indo Berkah.

Sebelumnya, jajaran pengurus PCNU pada 12 Mei 2019 mengaku tidak pernah ada pembahasan resmi perihal rencana kerjasama itu. Bahkan, aset itu sampai hari ini disebut masih belum beralih status. Sebab, sejak awal aset itu adalah milik warga NU yang nantinya difungsikan untuk kemaslahatan Nahdliyin. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar