Politik Pemerintahan

Kunjungi Pesantren Tebuireng

Stafsus Presiden Minta Izin Lakukan Digitalisasi Kitab Karya KH Hasyim Asyari

Jombang (beritajatim.com) – Staf khusus (stafsus) Presiden RI, Aminuddin Ma’ruf, mengunjungi empat pondok pesantren (ponpes) besar yang ada di Jombang, Kamis (29/1/2020). Kedatangan Aminudin untuk menjalin komunikasi dan meminta masukan dari kalangan ulama serta kiai. Sehingga terjadi sinkronisasi antara program pesantren dengan pemerintah.

Empat pesantren yang dikunjungi Stafsus berserta rombongan adalah PPDU (Pondok Pesantren Darul Ulum) Rejoso, Kecamatan Peterongan, pesantren Tebuireng, pesantren Al Aziziyah Denanyar, serta PPBU (Pondok Pesantren Bahrul Ulum) Tambakberas, Jombang.

Aminudin menginjakkan kaki di pesantren Tebuireng sekitar pukul 12.30 WIB. Dia berkemeja batik, bersarung, serta mengenakan peci warna hitam. Tampilannya sangat sederhana. Selanjutnya, rombongan stafsus disambut segenap pengurus pesantren Tebuireng di dalem kasepuhan.

Nampak hadir dalam pertemuan itu, Sekretaris Pesantren Tebuireng Abdul Ghofar, cucu Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari, KH Fahmi Amrullah Hadzik, serta pengurus lainnya. Dalam pertemuan itu, Aminudin mengatakan, selain melakukan silaturahmi, pihaknya juga berkeinginan untuk melakukan digitalisasi kitab tulisan tangan atau manuscript karya ulama, termasuk kitab-kitab yang ditulis Hadratus Syaikh Hasyim Asyari.

Pihak Tebuireng menyambut baik keinginan itu. KH Fahmi Amrullah atau Gus Fahmi lantas menceritakan tentang kitab-kitab kakeknya yang saat ini masih tersimpan di perpustakaan pesantren Tebuireng. “Yang paling rajin mengumpulkan kitab-kitab karya Mbah Hasyim adalah almarhum kakak saya, Gus Ishom (KH Ishomudin Hadzik),” ujar Gus Fahmi.

Gus Fahmi juga menceritakan latar belakang penulisan kitab yang dilakukan Mbah Hasyim, yang notebene jarang diketahui oleh publik. Semisal, kitab yang berisi tentang peringatan Maulid Nabi Muhammad. Kitab itu, lanjut Gus Fahmi, ditulis setelah Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari perjalanan ke Madiun.

Dalam perjalanan tersebut, Kiai Hasyim melihat peringatan maulid nabi yang tak sesuai syariah. “Dari situ Mbah Hasyim kemudian menulis kitab yang berisi tentang peringatan maulid nabi,” katanya menambahkan.

Aminudin yang ditemui usai pertemuan kembali menjelaskan, saat ini pihaknya sedang mengumpulkan manuscript karya ulama, untuk dilakukan digitalisasi. Termasuk kitab tulisan tangan karya Hadratus Syaikh Hasyim Asya’ri.

“Nah, kedatangan kami ke Tebuireng untuk meminta izin melakukan digitalisasi kitab tulisan tangan karya Hadratus Syaikh Hasyim Asyari,” ujar mantan Ketua Umum PB PMII (Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia).

Usai pertemuan, stafsus beserta rombongan melakukan ziarah makam pendiri NU Hadratusy Syaikh Hasyim Asyari dan makam mantan presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar