Politik Pemerintahan

Staf Bawaslu Jember Dipukul Pria Berbaju Staf KPU

Penjagaan pintu masuk ruang rekap pemilu

Jember (beritajatim.com) – Muhammad Syaiful Rahman, seorang staf Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi korban kekerasan oleh pria berbaju staf Komisi Pemilihan Umum setempat, Selasa (30/4/2019).

Pemukulan terjadi di depan ruang rapat pleno rekapitulasi suara pemilu, di Hotel Aston, Kabupaten Jember. “Beliau baru datang ke Aston untuk proses penghitungan rekap tingkat kabupaten. Lalu ada pria berbaju cokelat berlogo KPU melihat name tag pelapor, kemudian dirobek-robek dan dibuang,” kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Kusworo Wibowo.

Pumukulan terjadi di depan mata komisioner Bawaslu Jember Devi Aulia Rahim. Saat itu, ia keluar ruangan karena staf-stafnya tak juga masuk ke dalam. “Kami meminta teman-teman staf masuk ke ruangan, karena data dibawa teman-teman staf,” katanya.

Saat Devi keluar ruangan itu, keributan sudah terjadi. “Teman-teman tidak boleh masuk karena ID card yang dipakai adalah ID card pemantau. Sedangkan teman-teman ini mendapatkannya memang ID card pemantau dari KPU, dari awal itu. Kami hanya mendapat lima ID card untuk lima komisioner. Tapi tidak mungkin dalam proses pengawasan kami tak melibatkan teman-teman staf, karena data yang akan kami buka adalah DA1 dalam bentuk soft copy maupun hard copy,” katanya.

Akhirnya, Bawaslu berkomunikasi dengan KPU agar staf mereka diberi kartu identitas agar bisa mengakses rapat pleno. “Ternyata yang dikasihkan adalah (kartu tanda pengenal) pemantau,” kata Devi.

Dua hari rapat pleno di Aston tak ada persoalan. “Hari ini (hari ketiga), ID card itu diminta oleh staf KPU dan dirobek,” kata Devi.

Di luar ruangan, Muhammad Syaiful Rahman menyampaikan kepada Devi mengenai kronologi perobekan itu. Lalu dia menunjuk kartu tanda pengenal yang sudah dirobek dan tergeletak di lantai itu. “Posisinya ada kaki yang bergerak. Saya tidak tahu, tiba-tiba ada emosi meletup sehingga ada yang memukul teman staf,” kata Devi.

Syaiful Rahman kena pukul. Sementara staf Bawaslu lainnya bernama Gesang terjatuh. “Ada proses dorong-mendorong dan jatuh,” kata Devi.

Kusworo mengatakan, pria yang memukul itu menyebut Syaiful Rahman tidak sopan. “Dia memukul dengan tangan kanan. Lalu korban melapor ke kepolisian. Korban tidak kenal dengan terlapor. Temannya yang kenal,” katanya.

Visum dilaksanakan dengan didampingi anggota kepolisian. “Kami masih menunggu hasil visum. Katanya sih di pelipis kanannya sakit,” kata Kusworo.

Ketua KPU Jember Ahmad Anis mengaku tidak tahu soal peristiwa kekerasan tersebut. “Saya belum mendapat laporannya,” katanya.

Sementara itu, rapat pleno rekapitulasi suara pemilu masih berlangsung. Sekitar pukul dua siang, pengamanan di pintu masuk ruang rapat pleno dijaga lebih ketat. Ada dua petugas bersenjata yang berdiri berjaga. Ini berbeda dengan dua hari pertama rapat pleno.

Setelah peristiwa itu, staf Bawaslu mendapat kartu identitas sesuai dengan lembaga mereka. Devi belum bisa memastikan proses selanjutnya terkait peristiwa pemukulan itu, karena masih harus rapat dengan empat komisioner lainnya. “Secara lembaga belum ada pembicaraan. Jadi keputusan lembaga nanti dibicarakan lagi di internal Bawaslu,” katanya. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar