Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

SSC: Khofifah Juara Bursa Cagub, Emil Tertinggi Bursa Cawagub Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Masa jabatan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak memang masih baru akan berakhir pada 2023 mendatang. Meski demikian beberapa nama sudah santer disebut sebagai favorit untuk Calon Gubernur (Cagub) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) mendatang. Hal itu terungkap dari hasil riset yang dilakukan oleh Surabaya Survey Center (SSC).

Peneliti senior SSC, Surokim Abdussalam mengungkapkan jika Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memuncaki hasil survey elektabilitas di mata emak-emak dengan 31,7 persen.

Kemudian, disusul Tri Rismaharini dan Emil Elestianto Dardak dengan masing-masing 15,8 persen dan 12,3 persen. “Secara elektabilitas ini bisa menjadi modal bagus bagi Khofifah, namun juga harus waspada dengan Risma dan Emil,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rokim menyebutkan beberapa nama-nama lain di antaranya Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dengan 7,3 persen, Eri Cahyadi 2,3 persen, Kusnadi dengan 2,1 persen dan Anwar Sadad dengan 1,6 persen. “Sementara Thoriqul Haq memeroleh 1,1 persen, kemudian Abdul Halim Iskandar dan Puti Guntur masing-masing 0,8 persen. Diikuti M Sarmuji 0,6 persen, Irsyad Yusuf 0,4 persen, Baddrut Tamam dan Hanindhito Pramono, keduanya 0,2 persen. Serta, yang memilih lainnya sebanyak 1 persen,” jelasnya.

Meski demikian, dia mengatakan jika ceruk di kalangan emak-emak masih sangat terbuka lebar bagi seluruh nama yang beredar di bursa cagub. “Karena di survey elektabilitas ada 21,8 persen masih menjawab tidak tahu atau tidak menjawab. Dengan jumlah sebanyak ini, yang bisa merangkul mereka bisa menyalip di tikungan akhir mengingat jumlah demografi emak-emak di Jawa Timur,” tegasnya.

Sementara itu, Wagub Emil Elistianto Dardak dominan dalam survey elektabilitas Calon Wakil Gubernur (Cawagub). Hal itu terungkap dari hasil riset yang dilakukan oleh Surabaya Survey Center (SSC).

Hal itu diungkapkan oleh Direktur SSC, Mochtar Wahyu Oetomo berdasarkan dari hasil riset yang telah mereka lakukan sebelumnya dengan responden kalangan emak-emak. “Perolehannya sendiri sangat besar, yakni 28,7 persen. Bila dibandingkan dengan nama-nama lainnya hasil ini cukup bercokol mengingat perolehan nama lainnya di bawah 10 persen,” ungkapnya.

Sementara pria yang juga Dosen FISIB Universitas Trunojoyo Madura ini menuturkan nama lainnya yang mengikuti seperti Kusnadi mengantongi 7,1 persen. “Lalu Anwar Sadad mendapat 5,3 persen, Puti Guntur dengan 5,1 persen, Eri Cahyadi dengan 4,1 persen, Thoriqul Haq dengan 2,1 persen, serta Baddrut Tamam dan Abdul Halim Iskandar keduanya 1,1 persen. Nama lainnya lagi ada M Sarmuji dan Irsyad Yusuf dengan masing-masing 0,8 persen, Hanindhito Pramono, M Nur Arifin, dan Ahmad Muhdlor masing-masing 0,6 persen. Diikuti Aditya Halindra Faridzky dengan 0,4 persen, Achmad Fauzi dengan 0,2 persen. Sementara yang memilih lainnya ada 1,5 persen dari pemilih kalangan emak-emak,” terangnya.

Hanya saja, lanjut dia, meski mendominasi dalan survey elektabilitas sebagai cawagub yang bisa dibilang bagus, Emil tidak boleh terlalu berbangga diri. “Pasalnya, masih ada nama-nama dengan dengan elektabilitas cawagub yang bisa menjadi kuda hitam. Mengingat ceruk emak-emak yang memilih untuk tidak tahu atau tidak menjawab cukup besar, yakni ada 39,9 persen. Siapa pun yang bisa merangkulnya akan mempunyai kesempatan besar mendominasi elektabilitas cawagub,” pungkas Mochtar.

Sebagai informasi, hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 1-10 Februari 2022 di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Sebanyak 1.070 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 3 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dari kalangan emak-emak dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid. (tok/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar