Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Sowan ke Kiai Jember, Bupati Hendy: Tolong Saya Dikoreksi

Hendy Siswanto (kiri)

Jember (beritajatim.com) – Bupati Jember, Hendy Siswanto, menyampaikan permohonan maaf kepada para kiai saat halal bihalal di Pondok Pesantren Assuniah, di Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Dia juga meminta koreksi jika melakukan kesalahan selama memimpin Jember.

“Bupati Jember gudang tempat salah, karena bupati Jember banyak salahnya. Mohon maaf lahir dan batin. Tentunya banyak yang harus dilakukan, bupati Jember harus menyelesaikan semua persoalan di Jember,” kata Hendy, saat halal bihalal dan peresmian Sekolah Menengah Kejuruan Assuniah Al-Jauhari, Senin (16/5/2022).

Beberapa kiai yang hadir seperti KH Ahmad Sadid Jauhari, KH Ahmad Rozi Jauhari, dan KH Ahmad Ghonim Jauhari. Hendy sudah memimpin Jember selama satu tahun dua bulan.

“Tentunya banyak sekali kekurangan. Banyak sekali yang belum kami laksanakan. Masih banyak sekali janji yang belum ditepati, kami atas nama pribadi dan atas nama Pemkab Jember, nyuwun ngapunten sing katah (banyak minta maaf),” katanya.

“Kami juga berharap para kiai dan para ustadz, agar apa yang sudah berjalan selama ini monggo dikoreksi sedoyo (dikoreksi semua). Mungkin ada usulan dan saran lewat Pak Camat atau langsung ke bupati. Kirim surat atau langsung datang ke pendapa. Usulan (tentang) apa yang kira-kira belum tepat di Jember ini,” kata Hendy.

“Atau apa yang saya lakukan mungkin kurang benar atau kurang tepat, kulo nyuwun tulung dikoreksi (saya minta tolong dikoreksi). Karena insya Allah, saya orang yang paling bawah, dusone katah (dosanya banyak). Ngapunten sing katah (minta maaf sebesar-besarnya). Pasti kekurangan itu banyak sekali,” kata Hendy.

Hendy berjanji melaksanakan semua amanat masyarakat. “Kulo wedi besok nek sampun mati, ditagih dateng akherat mbenjing. Kulo ajrih (Saya takut kalau kelak meninggal, ditagih di akherat. Saya takut),” katanya.

Itulah kenapa Hendy menyatakan, banyak kekurangan yang dilakukannya selama memimpin Jember. “Dan saya mohon maaf lahir dan batin. Insya Allah saya tetap jadi pelayan masyarakat Jember. Insya Allah saya akan menepati janji semaksimal mungkin, karena janji adalah utang. Sangat berbahaya sekali buat pribadi saya sendiri, dan ini perlu saya sampaikan kepada Anda semua,” katanya. [wir/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar