Politik Pemerintahan

Sosiolog UNESA: Kaderisasi TNI/Polri Lebih Jelas Ketimbang Parpol

Foto ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Fenomena adanya beberapa perwira Kepolisian yang berhasil menjadi Kepala Daerah di beberapa wilayah di Jawa Timur menjadi catatan bagi sosiolog politik asal UNESA, Agus Mahfud Fauzi. Menurutnya, hal itu karena adanya perbedaan pola pikir masyarakat.

“Di era orde baru, bukan hanya Kepolisian, namun juga TNI terlibat dalam praktek politik praktis. Salah satu contoh nyatanya adalah mereka memiliki fraksi tersendiri di DPR meskipun tidak mengikuti proses Pemilu. Di sisi lain, masyarakat di era Orde Baru menilai jika proses kaderisasi yang terjadi di tubuh TNI atau Polri lebih jelas ketimbang proses di partai politik,” ujar Agus Mahfud, Jumat (17/1/2020).

“Jadi saya kira wajar ketika banyak perwira Polisi atau Polri yang berhasil jadi Kepala Daerah di era Orde Baru. Selain itu pula, di era Orde Baru juga tidak ada pemilihan langsung,” tambahnya.

Apabila dibandingkan dengan kondisi saat ini, menurut Agus Mahfud kondisinya sudah jauh berbeda. Pola pikir masyarakat pun menurutnya telah berubah. “Masyarakat sadar penuh jika proses politik sekarang mutlak berada di tubuh partai politik dengan kaderisasinya,” jelasnya.

Bicara soal peluang para perwira TNI atau pun Polri di Pilkada, Agus Mahfud menyebut jika ada pemetaan secara khusus terkait hal itu. “Untuk wilayah daerah, masih cukup terbuka. Karena untuk daerah itu masih melihat bagaimana pentingnya kewibawaan dan keamanan wilayah yang notabene lekat dengan TNI/Polri. Tapi, kalau di wilayah perkotaan, itu tidak begitu,” beber Agus Mahfud lebih lanjut.

Sebagai informasi, berdasarkan catatan beritajatim.com, di medio tahun ’60 hingga ’90-an tercatat beberapa Kepala Daerah di Jawa Timur memiliki latar belakang Kepolisian. Beberapa diantaranya adalah Sidoarjo, Sampang, dan Tuban.

Di Sidoarjo misalnya. Kota Udang itu dipimpin oleh Kepala Daerah berlatar belakang Kepolisian selama 20 tahun. Kolonel (Pol) Soedarsono memimpin mulai 1965-1975. Sedangkan Kolonel (Pol) Soewandi memimpin pada medio 1975-1985.

Sedangkan di Tuban ada Sjoekoer Soetomo yang menjabat di periode 1991-1995. Sementara, di Sampang, ada Bupati 3 periode Kombes Pol Fadhilah Boediono. Fadhilah menjabat Bupati di periode 1995-2001 dan 2001-2006. Sementara, di periode 2017-2018 atau periode ketiganya, Ia yang seharusnya merupakan Wakil Bupati periode 2013-2017 harus naik karena Bupati Fannam Hasib meninggal dunia. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar