Politik Pemerintahan

Songsong New Normal, Dishub Kota Mojokerto Atur Jarak Antrian di Persimpangan

Tanda pengatur jarak antrian di persimpangan di Jalan Pahlawan Kota Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dalam menyongsong tatanan new normal, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menerapkan tanda pengatur jarak antrian di persimpangan jalan. Ini dilakukan untuk mendukung physical distancing di persimpangan jalan.

Dari 20 persimpangan jalan di Kota Mojokerto yang akan diterapkan tanda pengatur jarak antrian di persimpangan jalan, Dishub Kota Mojokerto masih melakukan uji coba di satu persimpangan jalan di kota onde-onde tersebut. Tanda pengatur jarak antrian di persimpangan tersebut diuji coba di persimpangan Jalan Pahlawan.

Persimpangan Jalan Pahlawan tersebut diberi tanda agar pengendara kendaraan roda dua khususnya mengatur jarak saat berhenti di traffic light. Pengendara kendaraan roda dua saat berhenti di traffic light bisa berhenti di tanda putih yang sudah disediakan. Petugas memberi keterangan dimana kendaraan roda dua atau empat bisa berhenti.

Kepala Dishub Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya mengatakan, saat ini Pemkot Mojokerto sedang menyongsong tatanan new normal. “Untuk mempersiapkan tatanan new normal harus diawali dengan analisa dan evaluasi kondisi etimologis Kota Mojokerto seperti apa?,” ungkapnya, Senin (15/6/2020).

Masih kata Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Mojokerto ini, yakni penyebaran serta kesiapan pemerintah seperti apa. Selain itu, juga dilakukan survei kesiapan masyarakat menghadapi tatanan new normal. Tingkat kepatuhannya dan sebagainya.

“Kita masih mempersiapkannya itu. Menyongsong tatanan new normal di sektor transportasi, kan banyak sektor ya. Untuk sektor transportasi, kita menyiapkan konsep tatanan new normal di sektor transportasi. Ada banyak yang kita persiapkan, salah satunya adalah dalam rangka mendukung physical distancing di persimpangan,” katanya.

Yakni menerapkan tanda pengatur jarak antrian di persimpangan jalan untuk menyongsong tatanan new normal dari sektor transportasi. Saat ini masih satu persimpangan jalan di Kota Mojokerto yang menerapkan tanda pengatur jarak antrian di persimpangan jalan yakni di persimpangan Jalan Pahlawan.

“Masih disitu (persimpangan Jalan Pahlawan). Kalau seluruhnya di Kota ada kurang lebih sekitar 20 persimpangan yang bisa diterapkan kedepannya, tapi ini bertahap. Ini kita sedang melakukan uji coba dengan membuat atau menerapkan di salah satu simpang yang menjadi replika dulu. Nanti kita evaluasi, sosialisasi kan,” jelasnya.

Gaguk menambahkan, jika nantinya sudah penerapan tatanan new normal, maka secara bertahap akan ditambah tanda pengatur jarak antrian di persimpangan jalan di beberapa simpang yang lain di kota dengan tiga kecamatan tersebut. Tanda pengatur jarak antrian di persimpangan Jalan Pahlawan sendiri sudah diterapkan sejak, Jumat (12/6/2020) kemarin.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar