Politik Pemerintahan

Debat Publik Pilbup Malang 2020

Soal Potensi Wisata di Malang Selatan, Sanusi dan Sam HC Saling Kritik

Malang (beritajatim.com) – Debat publik pertama Pilkada Kabupaten Malang, Jumat (30/10/2020) malam, menjadi ajang saling lempar kritikan bagi ketiga pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang.

Paslon nomer urut 3, Heri Cahyono berjargon Malang Jejeg, sempat menanyakan pada calon petahana Sanusi soal perkembangan wisata di Kabupaten Malang. Menurut Sam HC, sapaan akrab calon independen nomer urut 3 itu, akan mengembangkan potensi wisata di Kabupaten Malang. Terutama, wisata di kawasan Malang Selatan dengan beragam wisata pantai dan air terjunnya.

Dimata Sam HC, dalam mengembangkan potensi wisata, seharusnya yang mendapatkan manfaat pertama adalah warga sekitar. “Karena warga yang berada di situ. Dan harus mendapat kue pertama ketika Malang Selatan, berkembang menjadi wisata yang bagus,” tegas Sam HC.

Menanggapi perkataan calon nomer urut 3, Sanusi justru mengaku pesimis jika yang mendapat keuntungan pertama dari perkembangan wisata adalah warga sekitar. Sanusi punya dalih, yang mengelola tanah di wilayah Malang Selatan yang punya potensi besar di sektor wisata pantai dan air terjun adalah negara. Atau tepatnya, Perhutani.

“Kok saya pesimis ya. Harusnya ada koordinasi dengan negara. Karena yang mengelola adalah negara,” timpal Sanusi menanggapi.

Mendengar jawaban Paslon SANDI, Sam HC pun kurang sepakat. Kata Sam HC, warga sekitar sebenarnya bisa memperoleh keuntungan ketika pariwisata berkembang. Ia pun mencontohkan perkembangan wisata yang sudah berhasil ia kembangkan salah satunya, di Kecamatan Kasembon atau Malang bagian Barat.

“Kami sudah mengembangkan itu. Justru masyarakat yang mengelola sendiri. Saya tahu Perhutani adalah yang mempunyai kewenangan. Tapi itu semua bisa dibicarakan. Karena peraturan itu dibuat oleh manusia dan sifatnya lunak. Kalau untuk kepentingan warga, semua bisa dimanfaatkan dengan baik,” papar Sam HC.

Sam HC menambahkan, dalam perkembangan wisata di Kecamatan Kasembon, sejauh ini tidak ada bantuan dari Pemkab Malang. “Dan semua perkembangan itu kami lakukan sendiri. Pemerintah tidak pernah hadir di situ,” pungkas Sam HC. [yog/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar