Politik Pemerintahan

Soal JIIPE, Bupati Gresik Gus Yani Temui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) kiri menemui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto terkait kawasan industri JIIPE agar bisa menyerap tenaga kerja bagi masyarakat Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Bupati Gresik H.Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi di daerahnya. Gus Yani sapaan akrabnya berharap kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) yang diresmikan Presiden Jokowi pada 2017 lalu bisa menyerap tenaga kerja lokal sebanyak-banyaknya.

Sebagai tindak lanjutnya mendorong kawasan industri tersebut. Gus Yani menemui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto untuk memacu pengembangan JIIPE. Terlebih lagi, kawasan industri yang berdiri di Gresik Utara itu, telah disetujui menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada Februari 2021 lalu.

“Saya sowan ke Menko Perekonomian. Tujuannya satu cuma ingin ekonomi rakyat Gresik segera pulih, salah satunya dengan mengoptimalkan JIIPE. Golnya segera buka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat Gresik,” ujarnya, Minggu (13/01/2021).

Lebih lanjut Gus Yani menuturkan, imbas adanya pandemi Covid-19 menyebabkan semua sektor termasuk ekonomi dan industri pertumbuhannya melambat. Dampak dari ini
tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Gresik meningkat pada tahun lalu menjadi 8,21 persen, jauh di atas rata-rata TPT Jatim yang mencapai 5,84 persen.

“Teori ekonominya saat industri terkena dampak pandemi Covid-19. Maka ekonomi melandai. Karena itu, saya berikhtiar mencari solusi untuk memulihkan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Dengan mengoptimalkan KEK JIIPE. Banyak lapangan kerja baru tercipta. Berdasarkan kajian secara empiris, kawasan tersebut bisa menyerap tenaga kerja hampir 200 ribu orang.

“Saya minta warga Gresik dilibatkan. Jangan khawatir, SDM Gresik berkualitas. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kami termasuk tertinggi di Jatim. Saya juga akan menggeber program sertifikasi keahlian gratis untuk anak-anak muda Gresik, sehingga bisa terserap ke kebutuhan industri,” ungkap Gus Yani.

Seperti diberitakan, pasca ditetapkan menjadi KEK oleh Dewan Nasional. JIIPE diharapkan bisa memberi konstribusi ekspor sebesar USD 10,17 miliar, atau setara Rp 14,1 triliun saat beroperasi.

Selain menyumbang neraca devisa negara, JIIPE juga digadang-gadang bisa menyerap tenaga kerja 199.818 orang. Tak hanya itu, kawasan yang pernah dikunjungi Presiden Jokowi sebanyak dua kali itu bisa menarik investasi sebesar USD 16,9 miliar, atau Rp 236 triliun. Jumlah itu, terdiri dari pembangunan kawasan USD 2,18 miliar, pembangunan pelabuhan USD 1,45 miliar, dan investasi tenant USD 13,36 miliar. (dny/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar