Politik Pemerintahan

Soal Bisnis, Inilah Cara Cabup-Cawabup Jember Hindari Konflik Kepentingan

Jember (beritajatim.com) – Empat dari enam calon bupati dan wakil bupati peserta pemilihan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, memiliki bisnis pribadi sebelum terjun dalam politik elektoral.

Faida, calon bupati nomor urut 1, sebelumnya adalah direktur Rumah Sakit Bina Sehat. Dwi Arya Nugraha Oktavianto, calon wakil bupati nomor urut 1, adalah pengusaha kontraktor infrastruktur.

Hendy Siswanto, calon bupati nomor urut 2, memiliki bisnis toko, hotel, bisnis event organizer, dan air minum kemasan. Abdus Salam, calon bupati nomor urut 3, berbisnis properti. Ifan Ariadna, calon wakil bupati nomor urut 3, sebenarnya juga pengusaha. Namun usahanya lebih banyak di Jakarta.

Lantas bagaimana mereka bisa menghindari konflik kepentingan antara kekuasaan dengan bisnis pribadi, jika terpilih? “Jelas kami di keluarga juga punya perusahaan sebelum kami mencalonkan diri jauh-jauh hari,” kata Hendy.

Menurut Hendy, bisnis itu sudah dibangun sejak puluhan tahun silam. “Tentunya setelah kami masuk dalam (kontestasi) pilkada ini, kami harus menjaga benang merah di situ. Namun demikian, kita (melakukan) pendekatan bahwa berusaha di Kabupaten Jember ini terbuka untuk siapapun. Profesionalisme adalah segala-galanya,” katanya.

Hendy mengatakan, siapapun berhak berusaha di Jember selama sesuai regulasi. Dia berjanji akan melayani warga yang ingin berusaha dengan sebaik-baiknya.

Abdus Salam menegaskan, perusahaannya tak akan melibatkan pemerintah. “Jelas kalau keterlibatannya, regulasinya saja. Kami akan ikuti aturan-aturannya. Dan harapan kami, semua diperlakukan dengan adil, cepat, transparan, dan bisa diakses dengan mudah secara digital,” katanya.

Salam ingin agar bisnisnya dilihat secara adil dan tidak disudutkan. “Kami membangun sesuai aturan dan bisa dilihat secara transparan,” katanya.

Sementara itu, Oktavianto mengatakan, syarat untuk mengikuti kontestasi pilkada adalah mundur dari jabatan di perusahaan swasta maupun perusahaan yang berkaitan dengan pemerintah. “Saya dan Bu Faida sudah berkomitmen, sudah mundur dari perusahaan kami sendiri, dan (perusahaan) sudah dipasrahkan kepada orang lain untuk mengurus. Jadi tujuan kami di sini, namanya mengikuti kontestasi pilkada, adalah mengabdi untuk Kabupaten Jember seutuhnya,” katanya. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar