Politik Pemerintahan

Smart City Pamekasan Diprediksi Normal 2020

Pamekasan (beritajatim.com) – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Pamekasa, Ach Faisol menyampaikan optimalisasi program Smart City di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam, bakal berjalan normal pada 2020 mendatang.

Sebab saat ini, program tersebut masih terfokus di wilayah perkotaan dan sekitarnya. Apalagi selama ini di area desa belum sepenuhnya terjangkau program yang menggunakan kabel jenis fiber optic, ditambah dengan belum adanya tower pendukung untuk program yang digagas sejak beberapa tahun lalu.

“Realisasi dan optimalisasi program Smart City, Insya’ Allah 2020 sudah optimal. Tetapi tidak semua desa bisa menggunakan jaringan itu, kecuali keinginan masing-masing desa tidak terbatas,” kata Kepala DPMD Pamekasan, Ach Faisol, Kamis (14/11/2019).

Disinggung soal jangkauan Smart City untuk desa yang tersebar di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan, pihaknya belum bisa menetakkan secara pasti. “Soal itu kami belum tahu pasti, apalagi persoalan teknis ini menjadi wewenang Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informasi),” ungkapnya.

“Jadi intinya, kami hanya dinas yang memanfaatkan program (Smart City) itu. Untuk persoalan teknisi itu ada di Diskominfo, namun yang pasti tidak semua desa terjangkau program ini, tergantung kondisi geografis desa itu sendiri,” jelasnya.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Pamekasan, Muhammad menyampaikan jika program Smart City belum bisa diakses secara menyeluruh di 178 desa di Pamekasan. “Saat ini program ini baru bisa menjangkau lima kecamatan, yakni kecamatan Galis, Pademawu, Pamekasan, Proppo dan Tlanakan,” beber Muhammad.

“Namun kedepan Insya’ Allah semua kecamatan terjangkau (program Smart City), apalagi untuk kecamatan lainnya nantinya juga masih masuk tander. Kedepan program ini kita lakukan secara bertahap,” pungkas pejabat yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pamekasan.

Memang dalam setahun terakhir, pemkab Pamekasan juga sudah meluncurkan aplikasi ‘Pamekasan Smart’ dengan menampilkan 12 menu utama berbasis online. Semuanya merupakan jenis pelayanan dari berbagai jenis bidang berbeda.

Seperti menu E-Sehat, Pendidikan, Fasilitas Umum, Layanan Umum, Pemerintahan, Wisaya, Penginapan, restoran, Potensi Daerah, Darurat, Bantuan hingga E-Lapak. Bahkan didalamnya juga terdapat berbagai jenis pelayanan berbeda. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar