Politik Pemerintahan

Smart City Jember Belum Dijalankan Serius Tahun Lalu

Danis Barlie Halim, juru bicara DPRD Jember dari Partai Nasdem.

Jember (beritajatim.com) – Program Smart City (Kota Cerdas) dan electronic-government (e-Governmen) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, belum dijalankan dengan baik tahun lalu. DPRD Jember memasukkannya dalan rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jember Tahun Anggaran 2020.

DPRD Jember memandang, pemerintah daerah belum mewujudkan pengembangan e-Goverment yang mendukung kinerja pelayanan dan birokrasi. “Hal ini diindikasikan dengan tidak dimiliknya desain dan master plan yang jelas oleh pemerintah daerah dalam upaya untuk mendorong E-Government tersebut,” kata juru bicara DPRD Jember dari Partai Nasdem, Dannis Barlie Halim.

Selama ini program Smart City tidak dijalankan serius dan terintegratif untuk mendukung terobosan inovasi dan kinerja birokrasi. “Jika dilihat dalam laporan capaian LKPJ, program e-Government hanya terhenti pada program penyediaan (sewa) server dan aplikasi kepegawaian, serta pelayanan umum di tujuh kelurahan,” kata Dannis.

“Kordinasi pelaksanaan e-Government tidak berjalan maksimal dan hanya sebatas pada support sewa internet untuk semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di Kabupaten Jember,” tambah pria berkacamata ini. DPRD Jember merekomendasikan kepada pemerintah daerah agar melakukan percepatan dan langkah-langkah untuk implementasi e-Government, terutama dalam mendukung pelayanan. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar