Politik Pemerintahan

Sistem Kebut Pembuatan Vertical Garden di Pusat Kota Tak Maksimal

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pada November 2019 Pemerintah Kabupaten Bojonegoro merencanakan pembangunan vertical garden di beberapa titik. Sedikitnya ada 17 titik yang sistem pengadaannya dilakukan dengan cara penunjukan langsung. Nilai pagu anggarannya, setiap titik antara Rp 144 juta hingga Rp 200 juta.

Anggaran pembangunan vertical garden bersumber dari P APBD 2019. Sehingga harus tuntas pada Desember 2019. Akibat pengerjaan yang terlalu singkat, beberapa tanaman layu dan mengering. Seperti di taman Mbah Balok, seputaran Alun-alun Bojonegoro. “Jelas perencanaan pembangunannya (vertical garden) kurang matang,” ujar Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto, Minggu (29/12/2019).

Politisi asal Partai Demokrat itu berharap dalam melakukan pembangunan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro agar lebih terencana. Sehingga, anggaran yang digunakan lebih efesien dan tidak terkesan asal-asalan. “Penataan dan tanaman seharusnya bisa lebih disesuaikan, sehingga bisa mempercantik kota,” ujarnya.

Sementara Kepala Seksi Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro, Dony A Setyawan, menjelaskan vertical garden yang dibangun Bojonegoro ini berbeda dengan yang sudah ada atau dibangun kabupaten/kota di daerah lain. “Taman ini terdiri dari polycarbonate dan geotextile,” ujarnya.

Taman vertical garden berisi aneka ragam bunga yang indah yang bisa hidup dengan kondisi di Bojonegoro. Bunga-bunga itu dijajar rapi di bidang tegak. Vertical garden yang dibangun ini, lanjut dia, memiliki nilai estetika atau keindahan, dan sesuai slogan Bojonegoro Produktif. “Selain mempercantik kota, juga untuk menambah ruang terbuka hijau,” jelasnya.

Selain itu, Dony menambahkan, taman vertical garden di Bojonegoro juga dilengkapi dengan tandon air dan selang yang bisa melakukan penyiraman secara otomatis. “Jadi ada timer-nya. Sesuai waktu yang sudah kita jadwal, alat yang dipasang akan menyiram sendiri,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, vertical garden itu dibangun di jembatan Jetak, pertigaan Jalan Pahlawan, Jembatan Kalianyar, Jembatan Kaliketek, perempatan Jalan Mastrip, pertigaan Jalan Veteran, pertigaan Jalan Untung Suropati, pertigaan Jalan Panglima Sudirman, Jalan AKBP M Soeroko, jembatan Jalan Sawunggaling, perempatan Jalan Teuku Umar, taman Mbah Balok, jembatan Jalan Pemuda, Jalan Diponegoro, jembatan Jalan Tentara Genue Pelajar, jembatan Jalan WR Supratman, dan Jalan Dr Soetomo. [lus/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar