Politik Pemerintahan

Pilkada Gresik 2020

Sirekap KPU Gresik Eror, Rekapitulasi PPK Ditunda

Gresik (beritajatim.com)- Gara-gara sistem informasi dan rekapitulasi (Sirekap) KPU Gresik eror, pelaksanaan rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat Kecamatan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) ditunda.

Seperti diketahui, Sirekap KPU merupakan alat bantu untuk memudahkan panitia pemungutan suara (PPS) di tiap-tiap TPS melakukan rekapitulasi secara digital. Namun, karena ada kendala maka rapat pleno rekapitulasi di seluruh kecamatan diskors dulu.

Hasil penghitungan suara melalui Sirekap menunjukkan proses data masuk 71,20 persen. Yakni sebanyak 1.617 TPS dari total 2.267 TPS yang ada di seluruh Gresik. Dari situ diketahui, paslon nomor urut 2 Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT) unggul tipis 1 persen dibanding paslon nomor urit 1 M.Qosim-Asluchul Alif (QA). Perinciannya 51 persen untuk NIAT dan 49 persen untuk QA.

Menanggapi hal ini, Anggota Bawaslu Gresik Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Syafi Jamhari mengatakan, sejauh pantauan di lapangan murni terjadi kendala secara teknis, yaitu karena keterbatasan server. Meskipun begitu, rekapitulasi manual harusnya tetap bisa berjalan.

“Sejauh ini belum ada temuan atau potensi yang mengarah pada kecurangan secara sistematis, terstruktur dan massif. Baik oleh pihak penyelenggara maupun pihak lain yang tidak bertanggungjawab,” katanya, Jumat (12/12/2020).

Namun begitu, pihaknya menganggap KPU Gresik terlalu gegabah dengan mengandalkan sirekap dalam melakukan rekapitulasi, tanpa menyiapkan opsi alternatif apabila terjadi kendala non teknis seperti yang terjadi saat ini.

“Padahal ketidakstabilan sirekap sudah bisa dilihat pasca coblosan 9 Desember lalu. Saat itu, juga terjadi penundaan pergeseran kotak suara dari TPS ke kecamatan akibat menunggu sirekap bisa beroperasi,” ungkap Syafi’.

Sementara itu, Elvita Yulianti Komisioner KPU Gresik Divisi Teknis Penyelenggaraan membenarkan rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat kecamatan ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

“Lebih tepatnya di-skorsing, kami menunggu keputusan dari KPU pusat. Apalagi, permasalahan server ini juga terjadi di seluruh Indonesia,” paparnya. [dny/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar