Politik Pemerintahan

Silpa Kabupaten Gresik 2020 Capai Rp 462 Miliar

Gresik (beritajatim.com)- Sisa laporan penggunaan anggaran (Silpa) Pemkab Gresik 2020 dari anggaran belanja daerah mencengangkan. Pasalnya, silpa tersebut mencapai Rp 462 miliar. Hal ini menjadi catatan penting dalam pelaksanaan pembangunan pemerintahan mendatang.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah (Bu Min) dalam Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah tahun 2020 menuturkan, meski diterpa badai pandemi Covid-19. Pendapatan daerah (PD) menunjukkan grafik membanggakan. Di tengah kontraksi ekonomi yang tinggi, pemerintah terbilang sukses memaksimalkan potensi-potensi yang ada.

“Tahun lalu pendapatan daerah ditarge Rp 2,854 triliun dan terealisasi sebesar Rp. 2,939 triliun. Torehan ini menjadi catatan positif,” tuturnya saat membacakan LKPJ 2020, Senin (22/3/2021).

Selama 2020, lanjut Bu Min, ada 17 indikator keberhasilan pembangunan daerah Kabupaten Gresik yang memeroleh penilaian tinggi. Sementara dua indikator lainnya mendapatkan nilai rendah. Yakni sektor ekspor.

Sehingga sektor ini akan menjadi salah satu fokus yang akan digenjot oleh pemerintahan Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah. Untuk itu, kedepan Wabup Bu Min menjanjikan pengelolaan anggaran yang efektif dan tepat sasaran. Juga melakukan reformasi birokrasi, pemangkasan alur yang memperlambar realisasi program kerja.

“LKPJ ini merupakan laporan transisi dari Sambari Halim Radianto-M.Qosim. Pihaknya pun menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi keduanya terhadap Kabupaten Gresik selama dua periode masa kerja,” katanya.

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir mengapresiasi kinerja pemerintah selama 2020. Meski dikepung pandemi, pemerintah mampu menorehkan pendapatan daerah yang melebihi target.

“Dua catatan penting saya. Pertama dari sektor pendapatan daerah, khususnya pendapatan asli daerah (PAD) yang diprediksi merosot gara-gara covid-19 ternyata bisa melebihi target,” katanya.

Ia menambahkan, terkait dengan silpa yang cukup tinggi, hal tersebut juga menjadi catatan kedua. Pasalnya, angka tersebut sangat besar. “Kami akan mendesak pengelolaan dan realisasi anggaran secara optimal,” imbuhnya. [dny/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar