Politik Pemerintahan

Silaturahmi Forkopimda-Ormas Islam se-Kota Mojokerto Bahas Tentang Radikalisme

Silaturahmi Forkopimda-Ormas Islam di ruang Nusantara Pemkot Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Forum Pimpinan Kepala Daerah (Forkopimda) Kota Mojokerto menggelar silaturahmi bersama organisasi masyarakat (ormas) Islam di ruang Nusantara Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto. Silaturahim digelar membahas radikalisme, isu-isu keagamaan dan persiapan menjelang bulan suci Ramadan.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, ormas adalah sebuah tempat berkumpulnya masyarakat untuk bisa bersama-sama mengeluarkan pendapat, berkumpul, berserikat dan mengeluarkan pendapat. Masih kata Wali Kota, negara Indonesia dijamin oleh undang-undang karena merupakan Hak Asasi Manusia (BAM).

“Di Kota Mojokerto, banyak organisasi dan fungsi kita masing-masing untuk bersama-sama membangun kota. Memberikan kontribusi agar pelaksanaan pembangunan di kota ini bisa berjalan dengan lancar dan tentu saja muaranya adalah pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya, Rabu (7/4/2021).

Faktanya, lanjut Ning Ita (sapaan akrab, red) beberapa minggu yang lalu insiden di Makassar. Padahal, lanjut orang nomor satu di Kota Mojokerto ini, sebagai umat beragama khususnya umat muslim tidak pernah ajaran umat muslim mengarahkan atau membenarkan aksi terorisme dan radikalisme.

“Sebentar lagi, umat muslim akan masuk pada bulan yang sangat kita nanti-nantikan. Yaitu bulan ramadhan dari 12 bulan sepanjang tahun. Ini menjadi bulan yang selalu kita harapkan dan kita bisa beribadah dengan khusyuk, bisa Istiqomah untuk mendekatkan diri kita kepada sang pencipta dan keberkahan hidup kita,” katanya.

Sebagai umat muslim, lanjut Ning Ita, semua sangat ingin bisa beribadah dengan tenang, nyaman, khusyuk, ketenangan dan kenyamanan. Menurutnya, semua akan bisa didapatkan jika semua bisa menjaga toleransi antar umat beragama yang berdiri hidup berdampingan.

Sementara itu, Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi berharap, sinergi antara Forkopimda dengan ormas bisa terjalin seterusnya. “Perayaan Paskah kemarin, di Kota Mojokerto berjalan lancar dan itu juga ada partisipasi dari organisasi Muhammadiyah yaitu yang pelibatannya ada dilakukan di setiap gereja-gereja,” ujarnya.

Dalam pengamanan, lanjut Kapolresta, nilai aman tidak mudah sehingga harus ada komponen kekuatan lainnya selain TNI/Polri. Sehingga Polresta Mojokerto melibatkan Banser dari Kokam Pencak Silat. Seperti diketahui, anggota jaringan terorisme diamankan Densus 88 di wilayah Indonesia, termasuk penangkapan terduga terorisme di Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

“Ternyata yang bersangkutan berdomisili di Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Adanya beberapa orang yang tergolong dalam aliran masih ada di sekitar kita, tapi sel-selnya masih tidur dan ini terus kami lakukan koordinasi dengan Densus 88. Yang kami lakukan dan yang saya rasakan selama ini selalu bekerjasama ataupun sinergi dengan beberapa kelompok ormas Islam,” jelasnya.

Kapolresta menjelaskan, seseorang menjadi terorisme itu tidak langsung menjadi pelaku teror. Menurutnya, ada tingkatannya, radikal dan radikalisme Menurutnya, saat menjadi radikalis sudah tidak lagi mempunyai hubungan sosialisasi yang baik dengan lingkungan sekitarnya dan akan menutup diri tidak mau lagi selamanya interaksi dengan lingkungan sekitarnya.

“Langkah tingkatan berikutnya adalah terorisme. Dua hal yang mendasari dari terorisme ini, pertama tidak menerima pemerintah yang tidak melaksanakan syariat Islam sepenuhnya dan yang kedua, pemikirannya adalah melaksanakan jihad karena mati syahid. Sementara jelang Ramadan, PPKM Mikro harus dilakukan,” tambahnya.

Di tahun 2020, jelas Kapolresta, kurva kenaikan Covid-19 setelah Idul Fitri meningkat sehingga pemerintah melarang mudik. Ini karena sudah banyak kejadian, seperti di Jakarta muncul virus-virus baru, varian baru, jenis baru yang kecepatan penularannya lebih cepat daripada virus sebelumnya.

“Kemarin ada namanya B117, sekarang yang lebih dahsyat lagi yaitu E88K. Saya menyosialisasikan Surat edaran nomor : SE 03 tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri tahun 1442 hijriyah/2021 masehi yang intinya sesuai dengan protokol kesehatan 5M,” pungkasnya. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar