Politik Pemerintahan

Sidang Perdana Gugatan Hak Angket di Jember Ditunda

Jember (beritajatim.com) – Sidang perdana gugatan citizen law suit terhadap hak angket di Pengadilan Negeri Jember, Jawa Timur, Kamis (5/3/2020), ditunda. Pimpinan DPRF Jember tidak ada yang hadir karena tengah berada di Jakarta.

DPRD Jember digugat Slamet Mintoyo, warga Desa Lembengan, Kecamatan Ledokombo. Ia didampingi dua kuasa hukum, Mohammad Husni Thamrin dan Heru Nugroho. “Agenda sidang hari ini pembacaan gugatan. Tapi kan tergugat tidak hadir dan sudah berkirim surat kepada Ketua Pengadilan,” kata Heru kepada wartawan.

“Kami sih tidak masalah. Tapi masyarakat bisa melihat keseriusan pimpinan Dewan ketika rakyatnya ingin mendapatkan hak-hak melalui jalur hukum. Dia justru tidak hadir,” kata Heru.

Thamrin menyayangkan ketidakhadiran itu. “Walau pun untuk tidak hadir di sidang pertama ini adalah hak tergugat. Tapi sebagai lembaga perwakilan yang seharusnya sadar hukum semestinya menghormati panggilan pengadilan. Kalau di media massa, ada wawancara yang menyatakan bahwa DPRD siap menghadapi penggugat di pengadilan dan ada relawan-relawan advokat yang jumlahnya 25 orang, bisa dibuktikan satu pun tidak ada,” katanya.

Slamet Mintoyo mengatakan, gugatan dilayangkan karena ingin demokrasi benar-benar berjalan tegak dan baik. “Saya melihat di Jember kok banyak pro dan kontra. Saya terpanggil sebagai rakyat Jember bagaimana menghadapi situasi ini,” katanya.

Slamet meyakinkan bahwa gugatan itu atas keinginan sendiri dan bukan perintah siapapun. Ia hanya ingin menjaga kondusivitas Jember. “Saya anti demo, maka saya gunakan hak konstitusional. Negara ini negara hukum. Maka kami mengambil langkah itu,” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar