Politik Pemerintahan

Sidak Hewan Kurban, Wakil Walikota Mojokerto Temukan Ini

Mojokerto (beritajatim.com) – Wakil Walikota Mojokerto melakukan inspeksi mendadak (sidak) hewan kurban di sejumlah lapak penjual hewan kurban yang ada di Kota Mojokerto, Rabu (7/8/2019). Hasilnya, ditemukan hewan kurban yang sakit mata, pilek, sanglir dan belum cukup umur.

Wakil Walikota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria mengatakan, tujuan sidak sendiri ingin memastikan hewan kurban yang dijual untuk Idul Adha dalam keadaan sehat, memenuhi syarat syariat Islam dan memastikan hewan tersebut sudah diperiksa oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).

“Ada beberapa lapak yang ditemukan hewan kurban pilek, sanglir dan belum cukup umur. Kita sampaikan ke penjual tidak boleh dijual karena masyarakat belum paham, langsung beli. DKPP sudah terjun menyeleksi lapak dan memberikan pelatihan kepada panitia kurban,” katanya.

Masih kata Wakil Walikota, masyarakat yang hendak membeli hewan kurban hendaknya memilih hewan kurban terlebih dulu. Sebelum membeli agar periksa dulu agar tidak menerima hewan kurban dalam keadaan sakit dan tidak sesuai syariat Islam.

“Pemkot Mojokerto ingin menjamin kesehatan hewan kurban di Kota Mojokerto. Kebutuhan hewan kurban di Kota Mojokerto cukup, setiap jalan ada lapak penjual. Data DKPP, jumlah lapak penjual hewan kurban di Kota Mojokerto ada sebanyak 40,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Kota Mojokerto, Happy Dwi Prasetyo menambahkan, selain memeriksa hewan kurban, pihaknya juga memberikan bimbingan teknis kepada 40 takmir. “Yakni teknis bagaimana pemotongan hewan yang bagus agar daging aman, sehat, utuh dan halal,” jelasnya.

Pemotongan hewan kurban saat Idul Adha nantinya, DKPP akan mendampingi dengan diterjunkannya dokter hewan. Sementara, beberapa hari sebelumnya DKPP juga sudah turun ke sejumlah lapak penjual hewan kurban untuk dilakukan pemeriksaan.

“Temuannya ada yang sanglir, dua sakit mata, satu pilet dan tiga masih muda. Kita minta penjual agar tidak tiga masih muda dijual, lapak sudah paham dan mengerti. Tahun ini tidak ada penyakit hewan kurban yang membahayakan karena tiap lapak dilakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Happy menambahkan, Tim menghadiri tiap lapak dan diperiksa satu per satu. Tidak ada penyakit membahayakan di Kota Mojokerto karena vaksin juga diberikan oleh DKPP. Data DKPP Kota Mojokerto, saat ini ada 1.038 hewan kurban di Kota Mojokerto.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar