Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Siapkan Skema Tekan Kemiskinan, Wawali Surabaya: MBR Dapat Prioritas

Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya menekan angka kemiskinan, agar Kota Pahlawan ini menjadi kota makmur lagi sejahtera, dengan zero warga kurang mampu atau miskin.

Wakil Wali kota Surabaya, Armuji menyampaikan bahwa, terus berupaya mengentaskan angka kemiskinan. Ia menjelaskan, profil penduduk Miskin Surabaya menurut data Badan Pusat Statistik pada tahun 2021 tercatat sebesar 5,23 Persen atau sebesar 152.489 Jiwa mengalami kenaikan dari tahun 2020 yang hanya 5,02 Persen.

Cak Ji sapaan akrab Wawali Surabaya Armuji juga menerangkan, beberapa faktor diduga menjadi penyebab angka kemiskinan di Kota Surabaya mengalami kenaikan.

Diantaranya aktivitas perekonomian masih belum pulih akibat dampak pandemi Covid -19 dan terjadi inflasi umum karena berbagai kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat.

“Di tahun 2021 Pemkot Surabaya telah menyiapkan berbagai skema kebijakan untuk dapat meningkatkan pendapatan per kapita serta menekan kemiskinan. Secara umum sudah ada skema dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), di tahun 2021 kita akan berikan Intervensi bagi mereka yang masuk Kategori MBR,” kata Cak Ji saat dihubungi, Senin (3/1/2021).

Armuji menyampaikan tercatat di database Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terdapat 314.837 Keluarga, 991.930 jiwa yang masuk dalam kategori MBR nantinya akan mendapatkan intervensi kebijakan.

“Yang MBR akan mendapatkan prioritas untuk mendapatkan intervensi kebijakan, seperti pendidikan, kesehatan bahkan untuk mengakses dunia kerja baik melalui pelatihan maupun bursa kerja,” beber Cak Ji.

Tidak hanya itu, ia juga menjelaskan bahwa warga yang terdaftar dalam status MBR juga mendapatkan prioritas untuk menerima program rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu), mendapatkan rumah susun hingga bantuan permakanan lansia, anak yatim piatu dan disabilitas. “Selain itu kita juga sharing data dengan Kemensos untuk diusulkan masuk menjadi penerima manfaat program bansos di pemerintah pusat,” tandas Cak Ji.(asg/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar