Politik Pemerintahan

Siapkan Skema New Normal, PPDB di Kota Mojokerto Digelar Secara Online

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, Amin Wachid dalam konferensi pers di Rumah Rakyat Hayam Wuruk 50, Magersari, Rabu (27/5/2010). [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, tidak mempengaruhi sistem pada Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik dan wali murid saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Yakni dengan menggunakan sistem online seperti tahun sebelumnya.

Pendaftaran peserta didik baru pada jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) lebih dimudahkan, akuntabel dan transparan. Hal ini, dilakukan dalam menyiapkan skema new normal dalam dunia pendidikan khususnya di kota dengan tiga kecamatan tersebut.

“Untuk skema new normal dalam dunia pendidikan, sebenarnya masih belum ada pengunjuk pastinya. Namun, kami mulai menyiapkan jika nantinya skema tersebut akan diterapkan,” ungkap Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dalam konferensi pers di Rumah Rakyat Hayam Wuruk 50, Magersari, Rabu (27/5/2010).

Salah satunya dengan mentaati protokoler kesehatan, pengecakan suhu tubuh, bilik disinfektan dan jarak tempat duduk. Seperti yang dijelaskan oleh Menteri Pendidikan, lanjut Ning Ita (sapaan akrab, red), anak-anak belum bisa dipastikan kembali klasikal seperti dulu dan untuk saat ini pembelajaran masih diterapkan melalui daring atau online.

Sementara itu, pendaftaran penerimaan peserta didik baru secara online di wilayah Kota Mojokerto sebenarnya telah diterapakan sejak tahun 2019. Hanya saja, saat itu penerapatan PPDB online baru diperuntukkan pada jenjang SMP Negeri. Sedangkan pada tahun ini, Pemkot Mojokerto mulai menerapkan PPDB online secara keseluruhan.

Yakni mulai dari jenjang TK, SD hingga SMP. Pendaftaran PPDB online pada jenjang TK, SD dan SMP, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan akan menerapkan sistem zonasi. Dimana, sedikitnya 50 persen peserta didik merupakan warga beridentitas Kota Mojokerto.

“Kami memprioritaskan warga Kota Mojokerto lebih dulu, jangan sampai mereka yang rumahnya dekat dengan sekolah justru belum mendapatkan kuota. Sedangkan kuota bagi warga di luar Kota Mojokerto atau wilayah perbatasan, kami memberikan maksimal 15 persen. Para orang tua, bisa memanfaatkan kuota ini jika ingin putra-putrinya menempuh pendidikan di wilayah Kota Mojokerto,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, Amin Wachid menambahkan, dalam pendaftaran PPDB online ini, pihaknya telah membuka lima jalur pada jenjang SMP Negeri. Yang pertama adalah jalur zonasi, jalur prestasi dengan kuota 15 persen, jalur afirmasi dengan kuota 15 persen.

Jalur perpindahan tugas orang tua dengan kuota 5 persen dan jalur kelas olahraga dengan kuota satu rombongan belajar (rombel) perkelas. Untuk pendaftaran pada jenjang SMPN melalui jalur prestasi, jalur afirmasi, jalur perpindahan orang tua dan jalur olahraga, akan dimulai pada tanggal 18 – 20 Juni.

Sedangkan untuk jalur zonasi, pada jenjang TK, SD dan SMP akan dibuka pada 29 Juni hingga 2 Juli. Pendaftaran PPDB secara online ini, bisa mengakses melalui website mojokertokota.siap-ppdb.com. Pada tampilan laman website, orang tua tidak perlu kebingungan. Karena akan diarahkan langsung sesuai dengan kategori jenjang yang dipilih. Baik TK, SD maupun SMP.

“Sesuai arahan ibu wali kota, jika orang tua mengalami kesulitan dalam pendaftaran, Dinas Pendidikan telah menyiapkan pendampingan. Dan sebelum mendaftarkan putra-putrinya, kami telah melakukan sosialisasi terlebih dahulu pada 5-8 Mei. Sedangkan untuk simulasinya akan kami selenggarakan pada tanggal 3 Juni pada jenjang TK dan SD, serta tanggal 4 Juni untuk jenjang SMP, ” tegasnya. [tin/adv]

Apa Reaksi Anda?

Komentar