Politik Pemerintahan

Siapa Plh Bupati Jember: Mirfano atau Achmad Imam Fauzi?

Pemkab Jember

Jember (beritajatim.com) – Penundaan pelantikan bupati dan wakil bupati Jember membuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur harus menunjuk sekretaris daerah (sekda) sebagai pelaksana harian. Persoalannya, ada dua sekda di Jember, yakni Mirfano dan Achmad Imam Fauzi.

Mirfano adalah sekretaris daerah definitif. Namun dia dijatuhi sanksi disiplin berat berupa pemberhentian jabatan dan penurunan pangkat oleh Bupati Faida. Pemberhentian jabatan Mirfano ini diikuti pengangkatan Fauzi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jember, menjadi pelaksana harian sekda.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menerbitkan surat tertanggal 15 Januari 2021 yang menyatakan bahwa kebijakan Bupati Faida tidak berwenang mengganti pejabat tanpa izin Menteri Dalam Negeri. Ini dikarenakan Faida adalah salah satu pasangan calon pemilihan kepala daerah tahun 2020 dan akan mengakhiri masa jabatan pada 17 Februari 2021.

Dengan memperhatikan pemberhentian sementara sekretaris daerah dan penunjukan pelaksana tugas tidak melalui persetujuan gubernur Jawa Timur, Khofifah menyatakan, keputusan Bupati Faida itu cacat prosedur. Pembebasan sementara Mirfano dari jabatan sekretaris daerah dan beberapa pejabat eselon II, III, IV untuk digantikan pelaksana tugas adalah tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Gubernur Khofifah di pengujung suratnya meminta Bupati Faida agar segera menghentikan atau tidak melaksanakan kebijakan yang dibuat tersebut. Dia meminta agar kebijakan yang dibuat berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Namun, Khofifah tidak menerbitkan surat pencabutan atau perintah pencabutan terhadap surat keputusan yang dikeluarkan Faida. Saat rapat dengan Kementerian Dalam Negeri secara daring kemarin, Fauzi masih hadir sebagai pelaksana harian sekda. Sementara informasi yang diterima beritajatim.com, Mirfano malah berada di Jakarta.

Jadi, siapakah yang akan ditunjuk sebagai pelaksana harian bupati Jember sampai hari pelantikan? “Barusan saya tanya (Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Jawa Timur Pak Jempin Marbun), sekda yang mana. Tentunya sekda yang sah menurut gubernur,” kata Ketua DPRD Jember Itqin Syauqi.

Jempin sendiri saat diwawancarai wartawan via ponsel, Selasa (16/2/2021), tidak menjawab tegas. “Ini masih dalam proses,” katanya.

Menurut Jempin, pelaksana harian bupati hanya akan menjalankan kegiatan pemerintahan rutin. “Tidak bisa (mengambil kebijakan) strategis,” katanya. Beritajatim.com mencoba mengonfirmasi Mirfano dan Fauzi. Namun keduanya memilih bungkam. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar