Politik Pemerintahan

Seminar Hari Perempuan Internasional

Siapa Bilang Perempuan Lemah, Obat Kuat Itu Untuk Siapa?

Surabaya (beritajatim.com) – Ada salah satu pernyataan menarik dari salah satu dosen Antrologi FISIP Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Dr. Pinky Saptanandary, EP. Dra. MA, menurutnya perempuan itu simbol kekuatan. Coba, adanya obat kuat itu untuk siapa? laki-laki atau perempuan, sebutnya.

Pernyataan dari Dr. Pinky ini lantas disambut gelak tawa dari peserta seminar Hari Perempuan Internasional yang bertema Empowering Women in the Professional and Academic, Jumat (8/3/2019). Menurut Dr. Pinky, masyarakat perlu mendobrak stigma kultural ini. Coba bayangkan, ada perempuan yang melahirkan sampai 10 anak dengan taruhan nyawa. “Apakah lantas mereka disebut lemah? jelas tidak,” katanya.

Banyak isu perempuan yang menurutnya harus dikaji dan diatasi bersama dari pusat, khusunya politik. Tentang keterlibatan peran perempuan di politik juga ia sebutkan dalam penjelasanya. Hadirnya perempuan di parlemen menurutnya itu penting.

Banyak urusan perempuan yang kemudian perlu dibantu pembangunanya dan kesadaranya oleh perempuan itu sendiri. “Sedangkan mayoritas anggota dewan yang laki-laki tidak banyak yang tahu mengenai hak sejatinya perempuan,” ungkap pria yang kini menjabat sebagai dosen antropologi gender di Unair ini.

Seminar yang digawangi BEM FISIP Unair dan Foreign Policy Community Indonesia (FPCI) Unair dihadiri oleh 3 pembicara. Salah satunya adalah perwakilan politisi, yakni Latifah Al Anshari. Kemudian dosen dan praktisi gender Dr. Pinky Saptanandari. Ep. Dra. MA dan dari perwakilan mahasiswa Ilmu Politik FISIP, Viona Budi Cahyani. [juf/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar