Politik Pemerintahan

Siap Terima Aduhan Masyarakat Terkait Covid-19 di Mojokerto, Ini 2 Hotline TRC

Bupati Mojokerto, Ikfina Fatmawati saat launching TRC Dinkes Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (Beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto melaunching Team Reaksi Cepat (TRC) Penanganan Covid-19. TRC Penanganan Covid-19 dibentuk untuk memudahkan dan mempercepat pemberian informasi dan pelayanan kepada masyarakat terkait dengan Covid-19.

Ada dua saluran siaga/hotline yang bisa dihubungi di TRC Penanganan Covid-19 yakni 08975556888 dan 081231280707. Melalui dua saluran siaga/hotline tersebut, warga Kabupaten Mojokerto dapat melaporkan secara cepat berbagai keluhan kesehatan, pelayanan faskes, dan berbagai permasalahan terkait pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi.

Terdapat empat seksi yang dibentuk dengan jobdesk masing-masing. Yakni Seksi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) yang menangani ibu hamil dengan covid, ibu melahirkan dengan covid, limbah serta isolasi desa. Seksi P2P menangani ketersediaan vaksin dan tracing, Seksi SDK menangani logistik (APD, Reagen dll), Rapid Antigen dan Rapid Antibodi.

Serta Seksi Yankes yang menangani urusan rujukan pasien, pemakaman/pemulasaraan jenazah, ketersediaan oksigen hingga ketersediaan tempat tidur/BOR rumah sakit. Surat Keputusan TRC Penanganan Covid-19 sudah ditandatangi sejak tanggal 2 juli 2021 lalu sebelum Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto, dr Sujadmiko mengatakan, dengan dibentuknya TRC Penanganan Covid-19 diharapkan komunikasi di antar lini di bidang kesehatan bisa terfokus. “Aduhan masyarakat bisa langsung disalurkan, penangganan Covid-19 lebih komprehensif. Semua harus tunduk dalam Penanganan Covid-19,” ungkapnya, Kamis (22/7/2021).

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, TRC Penanganan Covid-19 karena peningkatan luar biasa dari kasus konfirmasi positif baru Covid-19. TT (tempat tidur) penuh 100 persen padahal ditambah lagi, penularan masih masif. “Banyak meninggal di masyarakat. Kasus ibu hamil positif Covid-19, banyak ditemukan di Kabupaten Mojokerto karena syarat PCR,” katanya.

Lonjakan Covid-19 cukup tinggi hingga membuat logistik seperti obat, alat kesehatan hingga ketersediaan oksigen harus diperhatikan. Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Mojokerto ini menambahkan, TRC Penanganan Covid-19 dibentuk untuk berkoordinasi menjamin pelayanan prima kepada masyarakat Mojokerto khususnya terkait Covid-19.

“TRC dibentuk untuk memudahkan dan mempercepat pemberian informasi dan pelayanan kepada masyarakat terkait dengan Covid-19 yang saat ini menjadi masalah utama kita di Kabupaten Mojokerto. Call center TRC bisa diakses seluruh masyarakat, baik masyarakat yang ingin mendapatkan informasi terkait dengan Covid-19 ataupun masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan terkait dengan Covid-19,” ujarnya.

Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini menjelaskan, mulai dari kebutuhan tempat tidur untuk perawatan baik isolasi maupun di rumah sakit. Baik terkait dengan kebutuhan oksigen, pemulasaraan jenazah yang diduga probable tetapi meninggal di masyarakat dan juga kebutuhan terkait dengan mobilitas pengiriman pasien Covid-19.

“Informasi dan pelayanan yang dibutuhkan masyarakat akan dikoordinasikan dengan teman-teman di TRC. Ada 4 seksi dikoordinir untuk berkomunikasi dengan pihak luar. Masing-masing seksi khusus menanggani sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Alurnya bidan desa – puskesmas – TRC – bidang masing-masing. Dengan TRC diharapkan lebih memudahkan komunikasi,” ujarnya. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar