Politik Pemerintahan

Siap Bersinergi dengan Pemprov-Pusat, MA Bakal Wujudkn MRT-LRT di Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Sepuluh tahun sudah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjabat sebagai pimpinan di Kota Pahlawan. Janjinya untuk membuat moda transportasi seperti Lintas Raya Terpadu (LRT) maupun Moda Raya Terpadu (MRT) belum terwujud hingga masa jabatannya akan berakhir di awal tahun 2021.

Namun, harapan tersebut kembali muncul di tahun 2020. Rencana itu muncul dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang baru menjabat di periode pertama. Di awal tahun 2020 ini Khofifah bahkan sudah melakukan pembahasan dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) berencana membangun sejumlah moda transportasi yang terkoneksi di kawasan di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Bangkalan, Mojokerto dan Lamongan (Gerbangkertasusila). Transportasi yang akan dibangun, antara lain kereta api lokal (komuter), Lintas Raya Terpadu (LRT), serta Moda Raya Terpadu (MRT).

Nah, pembahasan ini rupanya mengemuka pada debat paslon calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya sesi II pada, Rabu (18/11/2020) malam. Calon wali kota nomor urut 2 Machfud Arifin rupanya sudah menangkap rencana ini.

Di mana menurut dia laju kendaraan di Jatim utamanya Surabaya cukup besar. Bahkan bisa satu juta kendaraan setiap tahunnya. “Makanya itu perlu ada penambahan transportasi massal,” ujar Machfud.

Machfud juga menyinggung soal Perpres Nomor 80 Tahun 2019 yang harus dilaksanakan. Yakni, adalah tentang pembangunan moda Gerbang Kertasusila yang terkoneksi. “Ibu Gubernur sudah Road Show karena covid (terhenti). Kami akan back up betul, berkolaborasi dengan kepala daerah lain, gubernur dan wali kota,” tuturnya.

Sementara itu Calon Wakil Wali Kota Mujiaman menyoroti perihal berkurangnya jumlah transportasi massal. “Yang namanya bemo 4.000 sekarang tinggal 1.000. Ternyata bemonya hancur,” kata Mujiaman.

Demikian halnya Mujiaman menyoroti perihal pembangunan lahan parkir yang mangkrak, terminal mangkrak serta tak berfungsi. “Terminal kita bangun untuk mensejahterakan rakyat. Bukan untuk gaya-gayaan,” imbuhnya. [ifw/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar