Politik Pemerintahan

Siap Beroperasi dengan Transaksi Digital, Wali Kota Mojokerto Cek Pasar Benpas

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat mengecek kesiapan Pasar Benpas. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Jelang beroperasi dengan transaksi digital, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari melakukan pengecekan Pasar Benteng Pancasila (Benpas) di Jalan Benpas Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Pasar Benpas yang pernah terbakar di tahun 2017 lalu ini, direnovasi dengan konsep Mojopahitan.

Memakai face-shield sebagai bagian dari protokol kesehatan, Ning Ita (sapaan akrab, red) didampingi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto Ruby Hartoyo mengelilingi bangunan yang direnovasi sejak bulan Januari lalu. Sebanyak 242 kios siap ditempati para pedagang.

Untuk mengecek kesiapan beroperasi Pasar Benpas, Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini melihat bangunan dan fasilitas yang ada di Pasar Benpas. Ning Ita menyempatkan berbincang dengan salah satu pedagang kios yang memang penghuni lama Pasar Benpas sebelum terbakar.

Ning Ita mengatakan, Pasar Benpas merupakan pasar keempat yang dibangun setelah ia bersama Cak Rizal dua tahun menjabat. Tujuannya tentu untuk memajukan ekonomi, terlebih setelah krisis pandemi. Selain itu, Ning Ita juga mengenalkan bentuk transaksi modern yang akan digunakan di Pasar Benteng Pancasila nanti.

“Kami juga telah menyiapkan aplikasi cashless Meeber. Aplikasi ini sudah disiapkan sejak tiga bulan terakhir, jadi bukan sesuatu yang tiba-tiba. Transaksi ini juga dapat memutus rantai penyebaran virus corona,” ungkapnya, Rabu (21/10/2020).

Kepala Disperindag Kota Mojokerto, Ruby Hartono mengatakan, renovasi Pasar Benpas memakan waktu selama 240 hari hingga akhirnya akan kembali beroperasi pada, Kamis (22/10/2020) besok. Dalam transaksinya, Pasar Benpas akan menggunakan transaksi digital. Para pedagang pun sudah diberikan pelatihan.

“Para pedagang sudah kami bekali dan install-kan aplikasi itu di masing-masing handphone mereka. Nanti kami akan terus dampingi dalam penggunaannya ke depan. Cuma sekarang tergantung pembelinya, karena pembeli harus punya aplikasi itu juga. Kalau pembeli tidak punya aplikasi itu, tidak bisa,” katanya.

Masih kata Ruby, hasil pengecekan yang dilakukan Ning Ita setidaknya ada beberapa hal kecil yang perlu diperbaiki seperti rolling door yang macet dan penambahan lampu oleh para pedagang. Menurutnya, dari 242 kios yang ada lebih banyak 25 kios dibanding saat Pasar Benpas berdiri.

“Kios-kios ini telah diisi oleh 198 eks pedagang alun-alun, 17 pedagang dari Tropodo dan 25 pedagang yang telah mendaftar di Disperindag. Hari ini akan diumumkan siapa saja yang terpilih untuk menempati pasar karena yang terdaftar di kami ada lebih dari 30-an orang. Untuk renovasi sendiri memakan anggaran sebesar Rp11,2 milyar,” jelasnya.

Pihaknya berharap semua kios sudah bisa ditempati para pedagang sehingga saat beroperasi pada, Kamis (22/10/2020). Rencananya, Ketua DPD dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membuka Pasar Benpas yang diperuntukkan eks pedagang Alun-alun ini.

Sementara itu, salah satu pedagang, Edwin (35) mengatakan, kebakaran tahun 2017 lalu membuat dagangannya ludes terbakar. “Kebakaran terjadi malam hari sehingga tidak ada yang bisa diselamatkan. Pindah di pasar sementara, pendapatan turun sampai tersisa 22,5 persen saja,” ujarnya.

Ini lantaran, ia menilai bangunan pasar sementara yang membelakangi Jalan Benpas dinilai cukup menyulitkan masyarakat. Sehingga masyarakat males untuk datang ke pasar sementara yang terletak di sisi selatan jalan Pasar Benpas. Menurutnya, harga sewa kios di pasar baru dengan lama dinilai lebih mahal.

“Sewa per meter, Rp3 ribu per hari. Kalau dihitung dalam sebulan ya Rp90 ribu, lebih mahal dibanding dulu. Listrik juga bayar sendiri, tidak jadi satu dengan bayar kios. Dua kios untuk satu token. Kami berharap omzet kembali seperti saat di Alun-alun atau saat awal di sini, tahun 2012 lalu,” paparnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar