Politik Pemerintahan

Sewa Pulau Tabuhan Lanjut atau Batal, Ini Jawaban Bupati Anas

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas

Banyuwangi (beritajatim.com) – Rencana pengembangan Pulau Tabuhan menjadi destinasi wisata kelas dunia masih masuk dalam kajian. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyebut, keputusan kajian itu akan disampaikan Senin (2/3/2020) mendatang.

Meskipun, kata Bupati, sebenarnya Pemda tidak akan memaksakan program itu jika masyarakat tidak menghendaki ataupun tidak setuju. “Intinya begini, Pemda tidak akan memaksakan jika rakyat tidak setuju. Buat apa kita paksakan, kan usernya rakyat. Ini kan masih saya kaji ini, nanti keputusannya Senin saya akan sampaikan,” jelas Bupati Anas, Sabtu (29/2/2020).

Beberapa kali, sejumlah kelompok warga dan mahasiswa menyampaikan aspirasi mengenai rencana pengembangan pulau seluas 5,3 Hektar di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo itu. Intinya, mereka meminta agar rencana pembangunan dengan perjanjian sewa itu dibatalkan.

Tapi, ada pula yang mendukung terwujudnya pengembangan Pulau Tabuhan sebagai destinasi unggulan di wilayah utara Banyuwangi. Karena, melihat dampak ekonomi yang berasal dari pengembangan wisata itu ke depannya.

“Apalagi setelah ini akan ada tol Probolinggo-Banyuwangi yang pintu keluarnya akan berada di wilayah utara Banyuwangi. Pulau Tabuhan ini bisa menjadi ikon baru pariwisata ini, harapannya akan menjaring wisatawan yang masuk dari utara agar tidak langsung ke Banyuwangi kota dan selatan,” katanya.

Dibangunnya tol, kata Anas, di sisi lain memberi dampak ekonomi positif bagi beberapa daerah. Tapi, ada beberapa daerah justru mendapat dampak yang tidak terlalu bagus. “Misalnya, di Madiun biasanya orang mau makan pecel di sana, sekarang ganti makannya tengkleng di Solo,” katanya.

“Maka kami ini memikirkan itu. Bahkan, saat rencana pembangunan Tol di Banyuwangi kita itu mendatangi pihak Tol untuk audiensi. Padahal, sebelumnya tidak ada satupun pemda yang melakukan hal ini. Kami meminta agar nantinya di Banyuwangi dibangun rest area dengan pemandangan alam yang dimana itu bisa menjadi destinasi wisata baru,” ungkapnya.

Termasuk Pulau Tabuhan. Anas menyebut rencana melibatkan investor EBD Paragon untuk mengembangkan daerah itu menjadi pilihan. “Kami tidak sembarangan memilih pihak swasta, meskipun banyak yang ingin menyewa tapi kami lihat yang bereputasi dan berkomitmen lingkungan. Apalagi pengembang tersebut sudah dipercaya pemerintah pusat mengembangkan wisata di Mandalika,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Banyuwangi Mujiono mengatakan, terkait hubungan kerjasama antara Pemkab dan EBD Paragon Group Singapore selaku mitra masih pada tahap kerjasama awal, yakni penandatanganan nota kesepahaman. Setelah ini masih ada tahapan lainnya terkait perizinan, AMDAL dan lain sebagainya.

“Semua hal masih bisa dibicarakan. Perencanaan mereka juga akan terus kami kaji sesuai aturan. Nelayan dan penduduk tidak perlu khawatir dengan komitmen kami, karena salah satu tujuan pengembangan Pulau Tabuhan juga untuk menyejahterakan warga setempat,” kata Mujiono.

Sebenarnya, warga sekitar lokasi itu menyetujui rencana itu. Mereka meminta jaminan asal tidak mengurangi kesempatan masyarakat dan nelayan sekitar dalam berkegiatan ekonomi di Pulau tersebut.

“Kami mendukung kebijakan pemkab yang ingin memajukan pariwisata daerah. Selama nelayan masih bisa beraktivitas di sana, lingkungan terjaga, dan tidak mengurangi ekonomi kami,” Ketua Asosiasi Kelompok Sadar Wisata Kabupaten Banyuwangi sekaligus Ketua Pokdarwis Bangsring Underwater, Wildan.

Perkembangan wisatawan menuju Tabuhan lumayan banyak. Meskipun di pulau tersebut sekarang belum ada apa-apa. Pulau Tabuhan merupakan salah satu daya tarik pariwisata di wilayah Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Pulau berpasir putih ini, menawarkan pesona laut biru yang bersih.

“Jadi kami berharap bila jadi dibangun dan dilengkapi infrastruktur pendukung, banyak wisatawan yang akan datang ke sana, kami tetap digandeng oleh pengembang untuk bersama-sama mengembangkan pulau tersebut,” kata Wildan.

Terlebih, adanya pengembang di pulau tak berpenghuni itu dapat menggalakkan upaya konservasi laut. Pihaknya berharap adanya pengembangan pariwisata pulau Tabuhan bisa menghentikan aktivitas pengeboman ikan yang masih terjadi.

“Kami akui masih ada nelayan nakal yang menggunakan bom ikan meski sudah berulangkali diperingati. Kami harap kalau sudah dibangun mereka tidak datang lagi, karena akan ada yang mengawasi,” terangnya. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar