Politik Pemerintahan

Setelah PPP, Pungkasiadi-Yoko Priyono Rebutan Rekom Partai Hanura

Yoko Priyono - Chairun Nisa mengembalikan formulir pendaftaran ke kantor DPC Hanura Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Rekom sejumlah partai politik (parpol) diburu oleh dua bakal calon Bupati Mojokerto, Pungkasiadi dan Yoko Priyono, untuk maju dalam bursa Pemilihan Bupati (Pilbup) Mojokerto periode 2020-2025. Setelah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), keduanya juga memburu rekom dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Mojokerto, Mochammad Syaikhu Subkhan mengatakan, Partai Hanura membuka pendaftaran mulai 9 Desember sampai 13 Desember 2019. Sedangkan pengembalian formulir pendaftaran sampai 31 Desember 2019.

“Ada dua bakal calon bupati yang sudah mengembalikan formulir pendaftaran, Pungkasiadi pada Jumat kemarin dan hari ini, Pak Yoko. Pada 31 Desember, bu Ikfina (istri mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa, red) cuma kelihatan beliau tidak biasa hadir tapi ada utusan yang menyampaikan pengembalian formulir pendaftaran,” ungkapnya, Sabtu (28/12/2019).

Pasca pengembalian formulir pendaftaran, lanjut Syaikhu, DPC Partai Hanura Kabupaten Mojokerto akan membuat berita acara. Semua bakal calon yang sudah mengembalikan formulir pendaftaran akan dibuat berita acara dan dilaporkan ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Provinsi Jawa Timur.

“Rekom nanti yang menentukan adalah DPP. DPD hanya melanjutkan usulan dari DPC, Hanura berbeda dengan parpol lain. Parpol lain mungkin rekom awal, finishing dari DPP. Kalau Hanura, DPD melanjutkan usulan dari DPC, rekomendasi terakhir adalah DPP. Diperkirakan bulan April akhir atau 13 Mei, rekom sudah turun,” katanya.

Ada syarat yang diminta DPP terkait calon yang akan diusung, yakni hasil polling, laporan pengurus dan Partai Hanura punya survei tersendiri yang nantinya akan disandingkan. Bobot atau kwalitas tertinggi bakal calon tersebut yang akan diusulkan pertama dan disusul usulan bakal calon kedua.

“Minimal 2 orang yang kita usulkan, tapi Hanura punya sikap tersendiri khususnya DPC Kabupaten Mojokerto. Bilamana memang jarak kualitas calon 1 dan 2 senjang, maka kita usulkan satu saja. Kami sudah komunikasi dengan DPP. Saat ini, siapa yang kita usulkan belum, karena kami belum membaca perkembangan dari masyarakat Mojokerto,” katanya.

Menurutnya, Partai Hanura fair dalam persoalan tersebut. Artinya, tidak ada manipulasi data, laporan maupun suara dukungan dari masyarakat Mojokerto. Terkait survei, lanjut Syaikhu, akan dilakukan Januari 2020 dengan melihat performa kualitas diri calon, dukungan masyarakat serta masukan dari masyarakat menerima apa tidak usulan dari Partai Hanura. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar