Politik Pemerintahan

Setelah Angklung, Bupati Hendy Ingin Musik Patrol Jember Pecahkan Rekor Muri

Bupati Hendy Siswanto (tengah) memainkan angklung bersama Forkopimda, 16 November 2022

Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto ingin membawa musik patrol memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri), sebagaimana dilakukan dengan alat musik angklung di alun-alun Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (16/11/2022).

“Di Jember kita punya kentongan, musik patrol. Tentunya kentongan ini juga bisa kita kolaborasikan. Kawan-kawan di Jember bisa kita kumpulkan untuk meraih rekor Muri yang sama. Musik patrol ini perlu kita lestarikan,” kata Hendy.

“Kami juga sudah berkomitmen dari awal bahwa setiap event kami, Pemkab Jember, selalu ada kentongan yang ditampilkan. Ini adalah bagian dari mempertahankan kearifan lokal,” kata Hendy.

Hendy sendiri mengapresiasi prakarsa SMP Katolik Maria Fatima yang untuk memecahkan rekor Muri melalui permainan angklung massal yang melibatkan 3.364 orangtua dan siswa. “Yang hebat adalah orangtua dan anak ikut. Memang tanggung jawab orangtua muncul di situ. Jadi ini kolaborasi antara sekolah, kepala sekolah, guru, orangtua, dan anak. Roh ini yang kita ambil,” katanya.

“Ke depan anak ini penerus bangsa. Tentunya orangtua harus lebih dekat dengan anak. Dengan adanya Covid kemarin, memisahkan agak jauh antara anak dengan guru, anak dengan orangtua. Event ini packaging istimewa. Kedua, ini kearifan lokal. Bersinergi melestarikan musik tradisional di negeri ini,” kata Hendy.

“Hari ini luar biasa. Kami kembali hadir di alun-alun Kabupaten Jember untuk mencatat kegiatan spektakuler, yakni bermain angklung berpasangan siswa dan orangtua dengan jumlah terbanyak. Ada 1.682 pasangan atau 3.364 peserta yang hari ini menunjukkan kepiawaiannya dalam bermain angklung,” kata Sri Widayati, representatif Muri.

Menurut Widayati, piagam dan medali penghargaan diberikan kepada Bupati Hendy Siswanto, Sekolah Menengah Pertama Katolik Maria Fatima, dan Perkumpulan Dharma Putri. “Permainan angklung kali ini beda dengan rekor yang sudah-sudah. Kalau yang sudah-sudah misalnya bermain angklung untuk motivasi karyawan, bermain angklung peserta terbanyak. Kali ini pasangan orangtua dan anak, guru juga ikut,” katanya.

“Ini menunjukkan bahwa dengan bermain angklung bisa menumbuhkan rasa persatuan, keharmonisan, ikatan hubungan antara orangtua dan anak,” kata Widayati. Hingga saat ini Jember sudah mencatatkan diri lebih dari 15 rekor di Muri. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar