Politik Pemerintahan

Setahun Pandemi, Pemerintah Diminta Tak Hanya Berorientasi Ekonomi

Jakarta (beritajatim.com) – Penanganan Covid-19 setahun terakhir ini di Indonesia tidak maksimal. Pemerintah masih terkesan lebih condong pada penanganan ekonomi daripada kesehatan.

“Hal itu terlihat dari penunjukkan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 kepada Menko Ekonomi Airlangga Hartanto. Sementara posisi Menteri Kesehatan tidak banyak diberi peran dalam penanganan Covid-19,” ujar Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Lucy Kurniasari, Rabu (3/3/2021).

Menurutnya, alokasi anggaran untuk bidang kesehatan juga tidak sebesar bidang ekonomi. Dia menyebut, ini menguatkan penilaian pemerintah menomorduakan pendekatan kesehatan dalam penanganan Covid-19.

Walaupun harus diakui, khusus penanganan vaksinasi, Menteri Kesehatan diberi peran. Hanya saja, Lucy menilai data warga yang akan divaksin dinilai tidak akurat.

Selain itu, Menteri Kesehatan tidak diberi peran yang memadai dalam menentukan jenis vaksin yang akan digunakan. “Anehnya malah Kementerian BUMN dan Kementerian Luar Negeri yang berperan besar dalam pembelian vaksin,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya ini.

Ning Lucy, sapaan akrabnya, juga mengatakan, vaksin yang digunakan paling banyak produk Sinovax yang efektiiitasnya paling rendah di antara vaksin produk lainnya. Karena itu, dihawatirkan vaksinasi secara nasional tidak akan berjalan efektif.

Apalagi dari info yang saya terima, banyak tenaga kesehatan yang setelah divaksin dua kali justru terpapar Covid-19. Hal ini membuat dia sedikit pesimis dengan hasil vaksin produk Sinovax.

Kekhawatiran itu akan semakin besar dengan masuknya mutasi virus Covid-19 yang baru (B.11.7) di Indonesia.

“Saya sangat pesimis vaksin Sinovax efektif mengatasi mutasi virus Covid-19,” katanya.

“Saya berharap, penanganan Covid-19 jangan terlalu profit oriented. Kesan itu harus dihilangkan agar masyarakat menilai pemerintah memang sungguh-sungguh dalam penangan Covid-19,” kata Ning Lucy. [hen/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar