Politik Pemerintahan

Serius Tekan Covid-19, Ponorogo Bentuk Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan

Bupati Ipong Muchlissoni menunjukkan mobile covid hunter. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pemkab Ponorogo bersungguh-sungguh dalam menertibkan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Selain mengeluarkan Perbup 109 tahun 2020 tentang waspada Covid-19. Dimana di dalam Perbup itu diatur sanksi individu bagi pelanggar. Yakni denda administratif sebesar Rp 50 ribu, kerja sosial, penahan dan atau pemblokiran KTP. Selain itu, Pemkab setempat bekerjasama dengan Polres dan Kodim 0802 Ponorogo membentuk tim pemburu pelanggar protokol kesehatan Covid-19.

“Namanya tim pemburu, ya siapapun yang tidak menaati protokol kesehatan akan ditindak sesuai dengan Perbup tentang waspada Covid-19 tersebut,” kata Bupati Ipong Muchlissoni, Kamis (17/9/2020).

Ipong menyebut bahwa sosialisasi dan himbauan yang disampaikan sejak sebulan yang lalu kepada masyarakat sekiranya sudah cukup. Sekarang, sudah waktunya dilakukan tindakan hukum atas pelanggaran Covid-19. Masyarakat yang tidak memakai masker dengan alasan apapun, misalnya maskernya dikantongi atau lupa tidak bawa, tetap akan ditindak sesuai ketentuan. “Sekali lagi tim pemburu ini dibentuk untuk menekan persebaran Covid-19 di Ponorogo,” katanya.

Sementara itu Kapolres Ponorogo AKBP. Muchammad Nur Azis mengungkapkan tim pemburu ini ditunjang dengan mobil khusus, yang dinamai dengan mobile covid-19 hunter. Kendaraan tersebut dioperasikan untuk memberikan efek jera kepada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. Tim pemburu ini, kata Kapolres gabungan dari personkl TNI, Polri, Satpol PP, Dishub dan BPBD Ponorogo.

“Operasi yustisi yang kami lakukan untuk menegakkan Perbup 109, Perda Gubernur Jatim Nomor 2, dan Inpres Nomor 6. Dimana semua peraturan itu sama-sama menegakkan protokol kesehatan Covid-19,” katanya.

Azis menilai kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19 sudah mulai bagus. Apalagi seringnya operasi yang dilakukan, mereka tahu asalkan memakai masker sudah aman dari razia tim gabungan. “Alhamdulillah, kalau setiap operasi kita menjaring sedikit yang melanggar, harapannya malah tidak ada. Itu artinya masyarakat sudah patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar