Politik Pemerintahan

Sepuluh Wajib Pajak Banyuwangi Dapat Penghargaan

Banyuwangi (beritajatim.com) – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kabupaten Banyuwangi menggelar malam apresiasi wajib pajak (WP). Ada sepuluh wajib pajak yang dinilai telah memberikan kontribusi pajak terbaik pada tahun 2019.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Jawa Timur III Agustin Vita Avantin mengatakan acara tersebut merupakan bentuk apresiasi atau penghargaan dari Dirjen Pajak kepada para wajib pajak yang telah berkontribusi memberikan penerimaan pajak di tahun 2019 lalu.

“Sepuluh ini telah kami nilai kontribusinya yang terbaik untuk negara, terutama untuk daerah. Kami bersyukur, hingga penerimaan pajak daerah di Banyuwangi lebih dari 100 persen, alias melebihi target,” kata Agustin.

Sepuluh WP terbaik tersebut adalah PT. Tuna Indonesia Mandiri, PT. Tri Sakti Lautan Mas, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, PT. Bank Perkreditan Rakyat Anugrah Darma Yuana, Pt. Bumi Suksesindo, Cv. Roxy Banyuwangi, Pt. Timur Putra Sentosa, Perusahaan Daerah Air minum Banyuwangi, CV. Gembira, serta Goenawan Soegondo.

Selain memberikan penghargaan kepada wajib pajak yang berkontribusi dalam penerimaan pajak, KPP Pratama Banyuwangi juga memberikan penghargaan kepada tempat penerimaan pajak terbesar di tahun 2019.

Mereka adalah PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) TBK Kantor cabang utama Banyuwangi, PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk Kacab Banyuwangi, PT. Bank Mandiri (Persero), Pt. Pos Indonesia (Persero), Pt Bank Central Asia TBK, serta Pt Bank Negara Indonesia kacab Banyuwangi.

“Kami juga memberikan apresiasi kepada perbankan yang membantu kami. Bahkan saat sibuk-sibuknya masa pembayaran pajak, mereka dengan rela mau membuka lebih waktunya lebih lama lebih sabar melayani para wajib pajak mitra kami untuk tempat pembayaran” ujar Agustin.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meyampaikan rasa syukurnya sampai saat ini kabupaten terus mengalami pertumbuhan dan pencapaian pajaknya telah melampaui target. Banyuwangi telah berupaya untuk meningkatkan kontribusi pajak diwilayahnya salah satunya dengan melakukan renegoisasi pajak bagaimana perusahaan yang melakukan aktivitas ekonomi di Banyuwangi mendaftarkan NPWP-nya di Banyuwangi, bukan di kota lain.

“Saya yakin jika para wajib pajak terutama perusahaan besar secara bertahap memindahkan wajib pajaknya ke Banyuwangi, maka ke depan pendapatan pajak di Banyuwangi akan semakin meningkat, dan ujungnya pendapatan dari pajak tersebut bisa dimanfaatkan untuk membiayai program pembangunan yang ada di Banyuwangi,” kata Anas.

Acara tersebut, juga diisi dengan pemberian apresiasi kepada insan musik di Banyuwangi. Menurut Agustin, apresiasi ini diberikan karena mereka turut berkontribusi dalam pengembangan pariwisata Banyuwangi dalam bidang seni.

“Selain apresiasi kepada kiprah mereka, ini juga bagian dari komitmen dari Ditjen Pajak untuk turut mengembangkan seni budaya lokal. Para seniman-seniman ini harus kita wadahi dan harus kita dorong untuk mengembangkan budaya asli kita budaya lokal kita,”ujar Agustin.

Dalam kesempatan itu, juga diumumkan Lomba Cipta lagu Bahasa Osing dengan tema “Ojo Korupsi”. [rin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar