Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

September, Angka Stunting di Kota Mojokerto Ditargetkan Turun dari Angka 5,95

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat audit kasus stunting sebagai upaya mempercepat penurunan kasus stunting di Ruang Sabha Mandala Madya Kantor Pemkot Mojokerto. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Bulan September 2022, angka stunting Kota Mojokerto ditargetkan turun dari angka 5,95.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat audit kasus stunting sebagai upaya mempercepat penurunan kasus stunting di Ruang Sabha Mandala Madya Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto.

Berdasarkan data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) tahun 2021, prevelensi stunting Kota Mojokerto ada di angka 6.9, terendah se-Jawa Timur. Bahkan pada bulan Februari 2022, prevelensi stunting Kota Mojokerto kembali turun di angka 5,95.


“Harapan kita di bulan September nanti, akan ada survei nasional lagi maka tentu harus bisa dibawah 5,95 persen. Karena ini bukti komitmen dan kolaborasi kita bersama, menjadikan Mojokerto sebagai kota zero stunting kedepan,” ujar Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, Senin (29/8/2022).

Lebih lanjut Ning Ita (sapaan akrab, red) ini, meminta adanya mapping bayi stunting per-kelurahan agar tepat dalam melakukan intervensi. Ini lantaran kasus stunting yang terjadi di masing-masing kelurahan tentu kondisinya berbeda-beda sehingga diperlukan mapping. Pemkot Mojokerto akan mencari solusi terbaik dan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Diharapkan komitmen seluruh stakeholder dalam menyukseskan tujuan nasional 2045 Indonesia generasi emas. Generasi emas harus kita upayakan, kita ikhtiarkan sejak mereka dalam kadungan,” pungkasnya.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Gaguk Tri Prasetyo, serta Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) dr.Triastutik Sri Prastini Sp A. Selain dihadiri tim audit kasus stunting tingkat kota, forum ini juga menghadirkan narasumber dari Balai Konseling Anak dan Remaja Kota Mojokerto Hannia Pewitasari, S.Psi, M.Psi. [tin/ted]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar