Politik Pemerintahan

Senyum Sumringah Warga Tambar Jombang Usai Terima Sertifikat PTSL

Warga Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto, usai menerima sertifikat PTSL, Sabtu (6/3/2021). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Tiga perempuan berkerudung duduk di kursi tunggu Balai Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto, Jombang, Sabtu (6/3/2021). Masing-masing perempuan itu sibuk memeriksa lembaran kertas yang ada di tangan.

Mereka memperhatikan denah tanah yang ada di kertas bersampul logo BPN (Badan Pertanahan Nasional) itu. Denah tersebut memuat batas tanah, letak rumah, lengkap dengan petunjuk arah. “Denah dan batas pekarangan rumah saya sudah benar,” kata salah satu perempuan dengan nada puas.

Setelah dirasa benar, tiga perempuan itu meninggalkan balai desa. Mereka kembali ke rumah dengan senyum sumringah. Sementara itu, di tempat yang sama, ratusan orang sedang menunggu namanya dipanggil oleh panitia. Bagi yang namanya dipanggil melalui pengeras suara, mereka maju ke depan untuk mengembail sertifikat yang sudah terdata.

Untuk menghindari kerumunan, panitia membagi empat meja. Warga yang mendapatkan undangan sudah ditentukan di meja mana mereka mengambil sertifikat. Ada meja 1, meja 2, meja 3 dan meja 4. Seluruh yang hadiri juga menerapkan protokol kesehatan. Kursi ditata dengan model berjarak, warga hadir juga wajib memakai masker. Semua berjalan tertib.

Kepala Desa Tambar Jawahirul Fuad mengungkapkan, sertifikat tanah yang dibagikan merupakan program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL). “Hari ini yang kita bagikan sebanyak 546 bidang/sertifikat. Semoga ini memberikan kemudahan bagi masyarakat,” kata Jawahirul.

Kades Jawahirul menambahkan, program PTSL sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat khususnya untuk golongan menengah kebawah. Sesuai tujuannya, program ini dimaksudkan agar masyarakat bisa memiliki sertifikat tanah atau bidang yang dikuasainya sebagai kekuatan hukum atas kepemilikan.

Warga Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto, sedang mengantre pembagian sertifikat tanah di balai desa setempat, Sabtu (6/3/2021)

Dia mengimbau kepada semua warga agar menjaga dokumen tersebut sebaik mungkin. Jangan sampai dokumen tanah itu rusak apalagi hilang. Karena sertifikat milik masyarakat bisa menjadi barang berharga yang dijadikan agunan pengembangan usaha. “Gunakan untuk pengembangan usaha. Jangan untuk hal-hal bersifat konsumtif,” katanya berpesan.

Kades menambahkan, sertifikat tanah program PTSL tersebut merupakan pengajuan pada 2019, yakni sebanyak 1.988 bidang. Selanjutnya, sertifikat tanah itu dibagikan secara bertahap mulai 2020. Pembagian dilakukan tiga gelombang.

“Dengan dibagikannya 546 sertifikat hari ini, berarti sudah 1.981 sertifikat kelar di seluruh warga Tambar. Hanya kurang tujuh sertifikat,” kata Jawahirul sembari mengucapkan terima kasih kepada BPN Jombang atas selesainya program tersebut di Desa Tambar. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar