Politik Pemerintahan

Senyum Bahagia di Awal Desember

Penerima bantuan peralatan rumah tangga, Widayati, saat keluar dari ruang pertemuan Kantor Desa Kepatihan, Kamis (3/12/2020). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Wajah Widayati (53) berhias senyum ketika keluar dari ruang pertemuan Desa Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Kamis (3/12/2020). Wanita lansia (lanjut usia) ini juga tak henti berucap syukur.

Widiyati berjalan lambat-lambat, selain untuk menjaga jarak dengan orang di depannya, dia juga membawa seperangkat peralatan dapur. Ada kompor gas, penggorengan, serta panci. Peralatan itu hendak dibawanya ke rumah. Perkakas rumah tangga tersebut merupakan bantuan dari desa setempat.

Widayati tidak sendiri. Ada 23 janda lansia yang mendapatan bantuan serupa. Tentu saja, mereka juga menyunggingkan senyum bahagia begitu keluar dari ruang pertemuan kantor desa. “Sangat senang mendapat bantuan ini (peralatan rumah tangga),” kata Widayati sembari melangkahkan kakinya perlahan.

Widayati memang masuk data penerima bantuan di Desa Kepatihan. Wanita lansia ini terdampak pandemi Covid-19. Betapa tidak, sebelum pandemi, usahanya warung nasi laris manis. Namun saat pandemi pada Maret 2020, warung tempatnya mengais rezeki mulai sepi.

Itu karena ada penutupan sejumlah jalan protokol. Juga ada larangan untuk berkeliaran di jalan. Tentu saja, warung milik Widayati ikut terpukul. “Omzetnya turun drastis sejak pandemi. Pembeli makin sepi. Untungnya saya mendapatkan bantuan sosial (bansos). Kemudian hari ini mendapat bantuan peralatan rumah tangga,” kata Widayati yang mulut dan hidungnya terbungkus masker.

Janda lansia yang menerima bantuan peralatan rumah tangga, Kamis (3/12/2020). [Foto/Yusuf Wibisono]
Sebanyak 24 janda lansia ini mendapatkan undangan khusus dari Kepala Desa (Kades) Kepatihan, Erwin Pribadi. Mereka mendapatkan bantuan program ‘Jombang Berkadang (Berkarakter dan Berdaya Saing)’ dari Bupati Jombang yang dilewatkan melalui pemerintah desa.

Saat datang ke kantor desa, seluruh undangan wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga jarak. Di pintu masuk ruangan, sejumlah petugas sudah mencegat dengan menyodorkan absensi dan menyemprotkan handsanitizer ke telapak tangan para undangan.

173 KK Terima Bansos Covid
Selain 24 janda lansia, senyum bahagia juga dirasakan 173 KK (kepala keluarga) asal Desa Kepatihan. Mereka mendapatkan bantuan dari pemerintah desa berupa paket sembako senilai Rp 250 ribu. Isinya, beras, gula, minyak goreng, serta kebutuhan pokok lainnya.

Kades Kepatihan Erwin Pribadi menjelaskan secara panjang lebar tentang bantuan yang bersumber dari DD (dana desa) tersebut. “Ini merupakan pemberian bantuan susulan. Karena sebagai warga terdampak Covid-19, mereka tidak pernah mendapatkan bantuan sama sekali, baik dari pemerintah kabupatan, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat,” kata Kades yang menjabat selama dua periode berjalan ini.

Kades Kepatihan Erwin Pribadi (pegang mikropon) saat menyampaikan sambutan, Kamis (3/12/2020)

Awalnya Erwin melakukan kordinasi dengan perangkat. Dari situlah muncul evaluasi bahwa masih ada warga yang belum tersentuh bantuan. Pendataan pun dilakukan. Hasilnya, ada 43 KK yang belum pernah menerima bantuan sosial terdampak Covid dari pihak manapun.

Jumlah tersebut ternyata mengembang lagi. Karena para pengurus RT (rukun tetangga) mengajukan lagi deretan nama yang memerlukan bantuan. Jadilah 173 KK yang disetor ke kantor desa. Erwin kaget bukan kepalang. Karena ada pembekakan yang cukup besar.

Setelah ditelisik lebih dalam, ternyata mereka adalah warga Kepatihan yang berdomisili di luar. “Artinya, mereka masih warga Kepatihan, tapi domisilinya tidak di sini lagi. Nah, terkumpullah 173 KK yang belum pernah tersentuh bantuan. Hari ini kita serahkan bantuan berupa paket sembako yang berasal dari DD,” kata Erwin.

Erwin berharap, bantuan tersebut bisa meringankan beban warga selama pandemi. Karena selama pandemi Covid banyak warga Kepatihan yang terdampak. Saat ini, lanjut Erwin, anggaran DD di Kepatihan saldonya nol rupiah. Semua sudah dialokasikan untuk penanganan Covid-19.

Dia juga mengingatkan kepada para janda lansia agar memanfaatkan bantuan peralatan rumah tangga itu sebaik-baiknya. “Jangan sampai dijual. Juga jangan sampai lupa menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan),” kata Kades Erwin penuh harap.

Penghargaan Khusus untuk Yusril Ihza Mahendra
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Desa Kepatihan juga memberikan penghargaan kepada Yusril Ihza Mahendra (19), karena telah berhasil menggagalkan aksi penjambretan pada Senin (23/11/2020).

Pemberian penghargaan tersebut sebagai bentuk motivasi agar selalu dapat menjaga Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di lingkungan Sekitar. Saat ada kasus penjambretan, Yusril menabrakkan sepeda motor miliknya ke kendaraan pelaku. Akibatnya, pelaku tersungkur hingga dihakimi massa. Jambret tersebut kemudian diserahkan ke kantor polisi untuk penanganan lebih lanjut.

“Maka bersamaan dengan penyerahan bansos Covid, kami juga memberikan penghargaan kepada warga Kepatihan yang bernama Yusril Ihza Mahendra. Karena dia berhasil menggagalkan tindak pidana perampasan. Yusril menabrakkan motornya ke kendaraan pelaku. Dari upaya tersebut pelaku penjambretan berhasil ditangkap,” pungkas Erwin. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar