Politik Pemerintahan

Sentra Kuliner Kaki Lima Banyuwangi Beroperasi, Tapi Ada Syaratnya

Banyuwangi (beritajatim.com) – Rona wajah para pedagang kuliner kaki lima di area Taman Blambangan, Banyuwangi terlihat sumringah. Kenapa? Karena sumber ekonomi keluarganya yaitu berjualan aneka makanan dan jajanan kembali dioperasi. Hal ini yang dinanti setelah terpaksa libur selama tiga bulan lamanya.

Ya, Pemda Banyuwangi mengizinkan untuk kembali dibukanya sentra kuliner di daerahnya itu. Meskipun, pada tahap awal masih dilakukan dengan cara simulasi. Artinya, dibuka dengan berbagai catatan. Misal, seluruh pedagang yang berjualan tetap menerapkan protokol kesehatan. Mengingat saat ini masih dalam masa pandemi covid-19.

Mereka diminta, melengkapi dengan menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti masker, maupun penutup muka (face shield). Jaga jarak dengan menata meja tempat duduk pengunjung antara satu meter atau mengurangi jumlah meja.

Kemudian, menyiapkan tempat cuci tangan, sabun atau handsanitizer. Bagi para pengunjung pun demikian. Mereka yang masuk area kuliner wajib memakai masker. Sebelum masuk juga harus dicek suhu tubuh termasuk mencuci tangan.

“Ini masih dalam masa percobaan menuju era new normal. Jadi kami diminta untuk menjaga kepercayaan ini, kalau semua peraturan tidak kita taati maka usaha kami akan ditutup. Kami senang, usaha kita yang harus berhenti selama tiga bulan, saat ini kembali dibuka,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Kuliner Subariyanto, Jumat (12/6/2020).

Meski telah memberi lampu hijau dengan melakukan simulasi di Pusat Kuliner Pintar di Taman Blambangan, namun aktivitasnya masih perlu dievaluasi. “Tim terkait sudah simulasi di sentra kuliner. Protokol kesehatannya ditentukan, dan dipraktikkan. Masih ada beberapa hal yang perlu kita evaluasi. Contoh kecil, misalnya, pakai face shield tapi diangkat, kemudian masker sebentar-sebentar dicopot,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Anas menyebut, pedagang kuliner tak serta merta hanya menjual dagangannya saja. Tapi perilaku mereka juga harus berubah. “Di masa pandemi ini, pelaku usaha kuliner harus berubah. Karena bukan hanya aspek harga dan rasa lagi yang utama, tapi juga aspek kesehatan. Ini demi kebaikan bersama,” imbuh Anas.

Anas melanjutkan, Pemkab Banyuwangi akan menerbitkan sertifikat “Sesuai Protokol Kesehatan” bagi pelaku usaha yang patuh. Hal ini untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik oleh pelaku usaha. Sertifikat ini sekaligus sebagai syarat usaha bisa beroperasi.

“Kami ingin memberi jaminan bagi semua konsumen, termasuk siapa pun orang yang datang ke Banyuwangi. Salah satunya dipastikan penerapan protokol kesehatan itu, yang nanti terverifikasi dan disupervisi, sehingga bisa terbit semacam sertifikat standar kepatuhan protokol,” terang Anas.

“Tapi jika di tengah jalan ada yang tidak patuh, maka sertifikat bisa dicabut dan usaha ditutup. Makanya sekarang terus dilakukan simulasi agar para pengelola usaha bisa mematuhi protokol,” imbuhnya.

Sementara itu, di sentra ‘Kuliner Pintar’ di Taman Blambangan, simulasi dijalankan dengan melibatkan kecamatan dan dinas terkait. Sejumlah protokol kesehatan yang harus dipenuhi oleh pengelola usaha seperti penggunaan masker semua staf, sarung tangan dan face shield, baik yang berada di pelayanan bagian depan maupun juru masak.

Juga harus menjaga jarak aman antar pengunjung, menyediakan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer. Serta disinfeksi tempat secara berkala. Pengunjung yang masuk pun dipindai suhu tubuhnya. “Kita cek kelengkapan dari pelayan sampai juru masak. Kami terus sosialisasi sekaligus simulasi. Dalam 14 hari ke depan dievaluasi, untuk dinilai apakah sukses atau tidak, dan bisa diterbitkan sertifikat bagi mereka,” kata Camat Banyuwangi M. Lutfi.

Apabila simulasi sukses, pengelola usaha akan mendapat sertifikat “Sesuai Protokol Kesehatan”. Selanjutnya usaha tersebut boleh beroperasi. “Setelah beroperasi, akan dievaluasi berkala. Kalau lolos uji, boleh lanjut. Kalau tidak, sertifikat dicabut, dan usaha dilarang beroperasi sampai memperbaiki pelaksanaan SOP,” pungkas Lutfi. [rin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar