Politik Pemerintahan

Seniman Sidoarjo Ingin Lebih Diperhatikan

H. Mahmud Yunus salah satu pendiri Kampoeng Seni Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim.com) – Mati enggan hidup pun tak mau. Peribahasa itu mungkin itu bisa disematkan ke Kampoeng Seni yang berada di Pondok Mutiara Blok CG 7, Sidoarjo. Ya, sempat berjaya di awal 2006. Namun di 2008 Kampoeng Seni mulai ditinggalkan oleh para penghuninya. Semula ada 30 seniman hingga saat ini hanya tersisa 9.

H. Mahmud Yunus, salah satu pendiri Kampoeng Seni mengatakan, kondisi Kampoeng Seni memang lama mati suri. Hanya sebagian aktivitas sehari-hari yang tampak, seperti kegiatan menyablon yang melibatkan anak-anak jalanan, ada juga kafe yang diisi oleh produk UMKM ibu-ibu.

“Dulu di sini bahkan ada seniman lukis ternama yang sedang naik daun, tapi sekarang kegiatan yang ada ya hanya ini saja. Memang kadang ada orang yang foto preweding di sini. Nggak masalah, di sini gratis. Apapun kegiatannya yang penting positif. Baru-baru ini saya dan teman-teman juga menampilkan karya pementasan padang bulan, rencananya akan ada tiap beberapa bulan, agar Kampong Seni ini bisa eksis kembali,” katanya Selasa (13/10/2020).

Dengan adanya kontestasi politik 9 Desember mendatang, bagi Yunus akan menjadi momentum bagaimana para pasangan calon bupati dan wakil bupati mampu menggaet suara seniman yang ada di kota petis. Menurutnya permintaan seniman ini tidak banyak, hanya ingin lebih diperhatikan.

“Saya harap calon pemimpin ini bisa lebih memperhatikan para seniman, budayawan, karena ini merupakan aset yang bisa dinikmati oleh semua elemen. Lewat sentuhan pemerintah, bisa mengajak masyarakat datang kesini maupun para wisatawan,” harapnya.

Sejalan dengan harapan para seniman di Sidoarjo, salah satu program Kelana – Dwi Astutik adalah pelestarian budaya. Paslon nomer urut tiga ini mempunyai program unggulan untuk memajukan kesenian yang ada di kota delta.

Dikatakan Cawabup Dwi Astutik bahwa kesenian akan menjadi fokus paslon Sidoarjo Makmur. Jika memang diamanahkan menjadi bupati dan wakil bupati, maka dirinya akan menyinergikan antara pelaku budaya dengan pemerintah.

“Kami akan berupaya menjaga dan mempertahankan kearifan budaya lokal. Untuk itu perlu adanya sinergitas yang terbangun bersama pemerintah. Kami Paslon Kelana – Dwi Astutik tidak hanya fokus pada pembangunan fisik semata, tidak hanya pembangunan infrastruktur fisik saja yang diperhatikan. Infrastruktur sosial dan kearifan lokal juga harus diperhatikan,” tegas cawabup yang akrab disapa Bunda Dwi itu.

Bagi Dwi Astutik kemajuan kearifan lokal juga pasti akan mengangkat pariwisata setempat. Maka dari itu Bersama Kelana – Dwi Astutik (BerKelas) akan mengupayakan program untuk para budayawan di Sidoarjo. Dwi Astutik menambahkn, agar kesenian di Sidoarjo bisa bersemi kembali, maka para seniman dan pemerintah akan berjuang bersama membangun industri kreatif agar lebih kekinian dan dinamis.

“Kampoeng Seni bisa menjadi ikon Sidoarjo, sentra budaya kesenian dan bisa menjadi berkumpulnya para UMKM. Jadi masyarakat dan wisatawan bisa menikmati seninya juga bisa menikmati produk UMKM yang ada disini, selain memajukan kesenian juga membantu perekonomian,” pungkasnya. [isa/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar