Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Seni Pengerjaan Situs Watesumpak di Mojokerto Gunakan Dua Sistem Teknologi Berbeda

Tim Arkeologi BPCB Jatim melakukan ekskavasi di Situs Watesumpak, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim) melakukan ekskavasi di Situs Watesumpak, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto sejak tanggal 19 September 2022 lalu. Dalam seni pengerjaan bangunan menggunakan dua sistem teknologi yang berbeda.

Koordinator Tim Eskavasi Situs Watesumpak, Vidi Susanto mengatakan, BPCB Jatim belum bisa memastikan luasan Situs Watesumpak. “Namun eksvakasi sudah mulai menampakkan struktur situs. Kita telah menemukan struktur di sebelah Utara, menempel ya,” ungkapnya, Kamis (22/9/2022).

Struktur lama menempel pada temuan awal yakni struktur depan situs. Masih kata Vidi, struktur bangunan tersebut tampak dengan lebar antara 50-70 cm dengan panjang di sisi utara 5 meter ke arah timur. Struktur tersebut membelok ke arah selatan dengan struktur bangunan situs mencapai dimensi 15 meter.

“Untuk sisi selatan ini, kita kupas dari arah selatan ke barat kita sudah mencapai dimensi sekitar 15 meter. Ternyata dia juga belok mengalami penyudutan ke arah selatan, hal ini yang membuat kita menambah pekerjaan lagi. Kita perkirakan strukturnya berbentuk persegi atau persegi panjang,” jelasnya.

Namun, lanjut Vidi, ternyata tim menemukan struktur lain yang berbelok ke arah selatan. Situs Watesumpak dalam seni pengerjaan bangunannya menggunakan dua sistem teknologi yang berbeda. Sistem pertama adalah sistem kosot dan sistem kedua adalah sistem spasi.

“Sistem pertama adalah sistem kosot, yakni dua batu bata yang tertempel itu tidak memiliki spasi (ruang). Sedangkan di sisi Utara itu pengerjaan bangunannya menggunakan sistem spasi, artinya batu bata yang tertempel itu memiliki spasi. Struktur yang dulu ditemukan pada tahun 2008-2009 itu sistemnya kosot,” ujarnya

Sehingga tanpa ada spasi yakni ruang antara batu bata satu dengan batu bata lain. Temuan sistem spasi tersebut terdapat pada sisi utara sama selatan. Menurutnya hal tersebut menjadi Pekerjaan Rumah (PR) tim, karena mayoritas sistem spasi dimanfaatkan untuk bangunan-bangunan yang sifatnya profan.

“Seni bangunan yang bersifat profan adalah seni bangunan yang digunakan untuk kegiatan selain keagamaan, baik untuk kegitan kenegaraan, kepentingan umum atau pribadi. Misalnya adalah istana, waduk, benteng dan sebagainnya. Jadi bisa pemukiman begitu, unsur itu ditambah dengan temuan lepas,” tegasnya.

Selama proses ekskavasi, tambah Vidi, tim menemukan seperti fragmen-fragmen keramik, tembikar, dan genteng. Sebelumnya, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim) melakukan ekskavasi di Situs Watesumpak, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Situs yang ditemukan 14 tahun silam ini untuk pertama kalinya dilakukan eskavasi. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev