Politik Pemerintahan

Sempat Kisruh, Dirut PDAM Surabaya Kembali Jabat Ketua RW III Dukuh Kupang

Surabaya (beritajatim.com) – Mujiaman, Dirut PDAM Surya Sembada akhirnya terpilih kembali menjadi Ketua RW III Kelurahan Dukuh Kupang, Kecamatan Dukuh Pakis di Balai RW III, Jalan Dukuh Kupang XXX, Sabtu (23/11) malam.

Mujiaman mendapatkan tiga suara dari empat RT yang mengikuti pemilihan tersebut. Ida Fardiana mendapatkan satu suara, sedang Sugeng Prajitno dan Yoesoef MS kosong. Pemilihan Ketua RW III ini disaksikan oleh Lurah Dukuh Kupang Fahmi.

Sehari sebelumnya, warga termasuk dua calon Ketua RW, Sugeng Prajitno dan Yoesoef MS, menolak pemilihan Ketua RW III yang akan dilaksanakan pada Jumat (22/11) malam. Penolakan itu karena panitia tidak pernah sosialisasi pada warga. Sehari sebelum pemilihan, Kamis (21/11) pagi, panitia baru menempelkan pengumuman.

“Pemilihan ketua kampung semestinya harus disosialisaikan ke semua warga. Ternyata, ini tidak ada sosialisasi atau pengumuman sama sekali. Yang kita persoalan, saya ini calon malah dapat formulir dari RW lain. Waktu saya berikan ke RT ditolak, karena sudah ada calon lain,” ujar Sugeng Prajitno, warga RT 4 Dukuh Kupang, kemarin malam.

“Logikanya, tidak semua larangan tertulis. Contoh, tidak ada perintah UU bahwa Presiden harus menjelaskan anggaran pada seluruh rakyat Indonesia. Namun, setiap tangal 16 Agustus melalui pidato kenegaraan, pasti Presiden membacakan anggaran negara rakyat. Nggak ada perintah itu tapi ini kebiasaan baik. Sama di kampung kita, mulai dari dulu melibatkan RT, RW dan seluruh masyarakat, tapi ini tidak dilakukan,” bebernya.

Calon lainnya, Yoesoef MS mengaku hanya ingin pemilihan Ketua RW yang semestinya marak, bisa dimarakkan lagi. Sementara penjaringan calon ketua dilakukan slintutan, berbeda dengan pemilihan Ketua RT beberapa waktu lalu.

“Harusnya kan, yang namanya panitia 3 itu menjaring warga untuk nyalon dengan door to door mencari calon. Perkara tidak mau, itu kan urusan nanti. Saya ini ingin maju, karena ada yang tidak beres. Hanya ingin menjalankan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar. Tapi karena sudah ada gelagat tidak baik dan setingan, ngotot pun tetap kalah,” sambung Yoesoef.

Alasan lainnya, pencalonan kembali Mujiaman karena dinilai melanggar etika dan norma. Meskipun hal itu tidak tertuang dalam syarat calon pengurus RW. Namun warga melihat ada dua aturan yang dilanggar, tapi diabaikan.Antara lain tidak menjabat sebagai lurah atau perangkat kelurahan setempat. Lalu tidak merangkap jabatan pada lembaga kemasyarakatan lainnya, dan bukan merupakan anggota sah satu partai politik dengan dibuktikan surat pernyataan.

“Yang kita persoalkan adalah etika, norma hukum tidak tertulis. Apa yang dilarang tidak harus dicantumkam. Contohnya SMA, misal syarat yang tertulis SMA, kita punya logika STM boleh, SMK boleh, SMEA boleh, sarjana apalagi. Sebaliknya kalau yang dilarang lurah karena jabatanya,” urai LS Darwanto, mantan Ketua RW III dua periode, semalam.

Menurutnya, jabatan lurah adalah jabatan terendah yang dilarah dalam aturan persyaratan calon Ketua RW, apalagi jabatan di atasnya. Sementara Dirut PDAM Surabaya setara dengan jabatan kepala dinas.

“Itu adalah norma-norma yang tidak tertulis. Memang tidak ada tulisan dan tidak perlu dibacakan lagi. Cuma bagaiman norma menjadi pertimbangan. Tapi kalau itu dianggap tidak dipermaslah dan tetap diperbolehkan, itu kewengan penguasa. Kita tidak bisa berbuat apa-apa,” bebernya.

Menurutnya, ia hanya mengingatkan, dengan kesibukkannya sebagai Dirut PDAM lebih baik konsentrasi dengan pekerjaan yang lebih ribet. “Warga sendiri tidak ambisi untuk ikut. Kekecewan warga juga, prosedur yang selama ini dan sudah berpuluh-puluh tahun dijalankan, tidak dijalankan sama sekali.,” pungkasnya.

Sementara itu, menyikapi persoalan kisruh pemilihan Ketua RW III Dukuh Kupang, Kelurahan Dukuh Pakis, Mujiaman mengatakan agar menanyakan langsung kepada Lurah Dukuh Kupang. “Bisa tanya langsung ke Pak Lurah langsung. Saya nggak ngurusi seperti itu. Dalam arti, saya kan sudah sibuk ngapain harus berebut seperti itu (Ketua RW). Ndak ada urusan,” ujar Mujiaman dikonfirmasi, Sabtu (23/11) siang.

Menurutnya, untuk masalah tersebut biar Lurah setempat yang menjelaskan. “Sebenarnya apa yang diminta warga kekurangan apa, silahkan ke Pak Lurah saja,” pinta Dirut PDAM Surya Sembada yang sudah satu periode menjabat Ketua RW III ini.

Lantas, apakah persoalan pemilihan Ketua RW tidak akan ada persoalan? “Bukan ndak ada masalah. Saya minta Pak Lurah kalau nanti bermasalah mending nggak usah. Saya ini pejabat, masak urusan seperti itu saja bermasalah,” urainya.

Mujiaman bahkan memastikan kalau sosialisasi sudah dilakukan sejak awal dibukanya penjaringan calon Ketua RW III. “Kalau saya sudah ada bukti foto-foto, sampai sebelum waktunya belum habis semua sudah terpasang. Sosialisasinya ada, barangnya juga ada. Kemudiam ada bukti, rapat dengan kelompok ini, kelompok itu, semua didatangi,” bebernya. “Terutama orang yang potensial sudah didatangi semuanya. Ada empat calon kalau tidak salah. Kita nggak mengada-ngada pokoknya,” pungkasnya. [ifw/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar