Politik Pemerintahan

Sempat Beda Dukungan di Pilkada Sidoarjo, Protolan Pemuda Ansor Bersatu Lagi

Dari kanan ke kiri: H. Akhmad Khoiri, Gus Maimun Siradj, KH Ghofar Mistar, dan H. Mahmud Yunus Willy

Sidoarjo (beritajatim.com) – Coblosan Pilkada Sidoarjo 2020 usai digelar Rabu 9 Desember kemarin. Setelahnya, tidak menutup kemungkinan ada rasa mangkel dan lainnya sesama teman karena beda dukungan. Kadang kerenggangan muncul dari teman yang semula akrap berubah menjadi musuh hingga selamanya.

Namun hal tersebut sepertinya tak berlaku di kelompok Propesor Sidoarjo (protolan pemuda ansor) Sidoarjo.
Seperti, KH Ghofar Mistar dan beberapa tokoh lainnya, dalam pilkada ini diketahui mendukung Paslon Nomor 1 Bambang Haryo Soekartono (BHS) – Taufiqulbar.

KH. Maimun Siradj (Gus Maimun) Kedungcangkring Jabon getol memperjuangkan kemenangan Paslon Nomor 2 H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) – H. Subandi.

Propesor lainnya, Ketua Bintang Sembilan pendukung setia Paslon Nomor 3 Kelana Aprilianto – Dwi Astutik, H. Akhmad Khoiri dan kawan-kawannya.

Banyak diketahui publik Sidoarjo ketiga tokoh tersebut sebagai penasehat Propesor Sidoarjo, yang sebelumnya getol mencari dukungan massa untuk mendulang suara masing-masing paslon yang didukungnya.

Kamis (10/12/2020), seakan perbedaan, kerenggangan dan permusuhan, tidak tampak terjadi. Mereka duduk satu meja dan berkumpul bersama.

“Yang kemarin-kemarin renggang tidak pernah ketemu karena sibuk ikuti jadwal paslon yang didukung, kini Pilkada Sidoarjo sudah selesei, keakrapan terjalin lagi,” kata H. Akhmad Khoiri.

Khoiri mengakui, ia dan teman-teman propesor lainnya, sebelumnya seperti tidak ada waktu luang untuk berkumpul.

Hampir setiap hari banyak kegiatan berbagai macam jenis. Mulai ada yang berjuang meyakinkan dan mencari massa untuk paslon yang didukungnya dan lain sebagainya.

“Lah setelah Pilkada Sidoarjo usai digelar, kini tetap menjadi satu. Berdiskusi satu forum antar senior dan yunior. Dari sini, perbedaan dukungan dan pilihan paslon yang ada sebelumnya, tak jadi alasan untuk renggang dan bermusuhan. Siapapun pemenangnya, kita tetap satu dan menghargai dan menghormati yang menang sebagai sebagai pemimpin Sidoarjo,” sebut Mantan Wadir RSI Siti Hajar Sidoarjo itu. [isa/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar