Politik Pemerintahan

Seleksi PPPK di Banyuwangi Sengaja Perbanyak Tenaga Pendidik

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pada tahun ini, rincian formasi yang dibuka untuk penerimaan PPPK di Banyuwangi adalah tenaga guru 848 orang, tenaga kesehatan 82 orang dan tenaga penyuluh pertanian 52 orang.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberikan alasan, formasi guru diperbanyak. Pasalnya, profesi pendidik ini akan menjadi kunci daya saing membangun daerah.

“Pendidikan adalah modal untuk membangun masa depan suatu daerah, dan guru turut berperan besar dalam menciptakan kondisi tersebut. Maka wajar bila untuk saat ini kqmi memperbanyak porsi guru ubtuk penerimaan PPPK,” kata Anas saat memantau seleksi PPPK, Sabtu (23/2/2019)

Anas berharap, tambahan ratusan lebih guru baru ini, akan menambah energi baru bagi dunia pendidikan di Banyuwangi. “Ini berarti ke depan kualitas pendidik termasuk jumlah jam mengajar guru harus lebih dioptimalkan, tidak bisa seenaknya lagi,” kata Anas.

Nantinya, kata Anas, mereka yang diterima harus menandatangani pakta integritas. “Untuk mempertegas komitmen mereka, pendidik yang diterima akan menandatangani pakta integritas, yang salah satu poinnya peningkatan kinerja masing-masing. Ini sifatnya mengikat,” tegasnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Banyuwangi Nafiul Huda menambahkan, para peserta yang dinyatakan lulus ujian adalah mereka yang nantinya nilai hasil tesnya di atas ambang batas. Hal itu juga mengacu pada peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Nilai Ambang Batas Seleksi PPPK untuk guru, dosen, tenaga kesehatan, dan penyuluh pertanian.

“Peserta nanti bisa melihat langsung hasil nilainya. Mereka yang di atas ambang otomatis akan diterima,” kata Huda.

Sekedar diketahui, kuota PPPK dari pemerintah pusat, Pemkab  Banyuwangi mendapat jatah 988 calon PPPK. Namun dari kuota tersebut yang mendaftar hanya 945, dari 945 ini setelah diiverikasi yang memenuhi persyaratan 826. (rin/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar