Politik Pemerintahan

Selama Pandemi, Pemkot Surabaya Diminta Bijak Kelola Anggaran

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti meminta agar penghematan yang dilakukan oleh jajaran Pemerintah Kota tidak dilakukan secara serta merta. Baginya, dibutuhkan kejelian untuk melakukan hal itu.

“Terkait dengan apa yang disampaikan Walikota Surabaya ke sejumlah media bahwa Pemkot benar-benar melakukan penghematan, secara subtansi saya setuju. Penghematan adalah langkah yang baik. Tetapi yang tidak kalah penting adalah tidak hanya penghematan, dalam kondisi darurat pandemi covid-19 yang dibutuhkan adalah ketepatan, tepat dalam penganggaran dan langkah strategis kebijakan,” jelas Reni.

“Ketika pasien konfirmasi positif covid di Surabaya mulai merangkak naik sejak Maret hingga 14 Juni kumulatif konfirmasi positif mencapai 4014, sembuh 1269 dan meninggal 317 dari nol kasus di pertengahan Maret. Hal tersebut semestinya menjadi evaluasi yang mendalam bagi Pemerintah Kota, diantaranya adalah alokasi anggaran dan penggunaan anggaran hingga saat ini,” tambahnya.

Dukungan kepada program-program unggulan dan signifikan menurut politisi PKS ini dipandang perlu. “Saat Pemkot Surabaya tidak ambil kebijakan memperpanjang PSBB, Walikota telah menyiapkan Perwali dan menandatangi Pakta Integritas berisi lima poin yang menjadi komitmen bersama yang sudah ditandatangani tiga kepala daerah dari Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Poin Pertama, Pemerintah daerah diminta untuk mengerahkan ketersediaan sumber daya personel, materiil, prosedur, hingga anggaran yang dimiliki untuk pencegahan dan penanggulangan covid-19. Dengan poin tersebut maka Pemkot Surabaya harus mengerahkan dan mengoptimalkan APBD guna penanganan covid-19,” tegasnya.

“Kalau dengan alasan penghematan, Pemkot tidak memberikan support anggaran pada program yang sifatnya unggulan dan signifikan dalam penanganan covid-19, saya kira itu kurang tepat. Saat ini, angka kasus covid di Surabaya masih sangat tinggi, kita sudah memperpanjang PSBB hingga 3 jilid, seharusnya saat ini menjadi momen yang penting, kritis dan krusial dalam penanganan covid. Program dan upaya yang biasa-biasa di waktu lampau tidak dapat diteruskan dengan biasa pula. Harus pol-polan mengerahkan sumber daya yang dimiliki Surabaya dalam bentuk apapun, selama aturan membenarkan,” lanjut Reni.

Reni pun mengingatkan agar jajaran pemerintahan Wali Kota Risma tidak terlena dengan banyaknya bantuan yang masuk ke Surabaya. “Dukungan dari luar seperti pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan swasta tentu patut kita syukuri. Tetapi jangan sampai kita tidak mengoptimalkan anggaran yang kita siapkan yaitu anggaran dalam penanggulangan covid-19,” pungkasnya. [ifw/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar