Politik Pemerintahan

Selama Pandemi Covid-19, Penerapan Kenaikan Tarif Parkir di Bojonegoro Ditunda

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro telah menetapkan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 44 tahun 2019 tentang Penyesuaian Tarif Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. Namun, karena masih dalam situasi pandemi Covid-19 maka penerapan Perda tersebut ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Perbup tersebut sebagai pengganti Perda nomor 19 tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum (BAB VII: Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum Pasal 39 – 46) yang telah berjalan selama delapan tahun.

Sesuai dengan Perda nomor 19 tahun 2011, jumlah retribusi parkir berlangganan untuk satu tahun khusus kendaraan dengan plat nomor Bojonegoro ditetapkan sebesar, sepeda motor Rp20 ribu per tahun, kendaraan bermotor roda empat Rp40 ribu per tahun, dan kendaraan bermotor yang beroda lebih dari empat sebesar Rp75 ribu per tahun.

Sedangkan kendaraan dengan plat di luar Bojonegoro, dikenakan tarif parkir untuk sepeda motor Rp1.000 sekali parkir, kendaraan dengan JBB kurang dari 3.500 kg sebesar Rp2.000 dan kendaraan dengan JBB lebih dari 3.500 kg sebesar Rp3.000. Peraturan ini telah digunakan sebagai dasar selama delapan tahun terhitung hingga 2019.

Seharusnya, menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo, setelah tiga tahun ada peninjauan kembali soal penerapan Perda tersebut. Hal itu berdasar ketentuan BAB XIX Pasal 74 ayat (1) menyebutkan bahwa tarif retribusi ditinjau kembali paling lama tiga tahun sekali.

“Sehingga Pemkab Bojonegoro pada akhir 2019 melakukan peninjauan dan sekaligus penyesuaian tarif retribusi pelayanan parkir berlangganan dengan menerbitkan Perbup No 44 Tahun 2019 tentang Penyesuaian Tarif Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum,” ujar Andik Sudjarwo, Jumat (27/11/2020).

Dalam penyesuaian retribusi parkir tersebut ada kenaikan tarif. Yakni, untuk parkir berlangganan (kendaraan berplat nomor Bojonegoro) sepeda motor sebesar Rp40 ribu. Naik 100 persen dari tarif semula. Kendaraan roda empat Rp60 ribu naik 50 persen dari tarif semula. Kemudian, kendaraan bermotor beroda lebih dari empat Rp100 ribu, atau naik 33 persen dari tarif semula.

Sedangkan untuk parkir harian bagi kendaraan berplat nomor luar Bojonegoro untuk sepeda motor sebesar Rp2 ribu, kendaraan JBB kurang dari 3.500 kg sebesar Rp3 ribu dan kendaraan JBB lebih dari 3500 kg sebesar Rp5 ribu. “Tapi Perda yang baru ini belum diterapkan karena masih dalam situasi pandemi. Kami juga belum tahu sampai kapan pandemi ini berakhir sehingga bisa diterapkan,” jelasnya.

Perbup nomor 44 Tahun 2019 itu juga telah disosialisasikan pada awal 2020 dan sedianya akan diterapakan pada bulan Maret 2020. Namun, dengan adanya pandemi Covid-19 yang berdampak pada penurunan ekonomi masyarakat, maka Pemkab Bojonegoro memutuskan untuk menunda sementara penerapan penyesuaian tarif retribusi tersebut sampai kondisi ekonomi masyarakat benar-benar pulih seperti sediakala.

Pihaknya berharap, agar pandemi Covid-19 secepatnya berakhir sehingga aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal dan penyesuaian tarif retribusi dapat diberlakukan sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur bagi masyarakat.

“Tentu pertimbangan penyesuaian tarif retribusi pelayanan parkir ini semata mata hanya didasarkan pada peningkatan kualitas pelayanan bidang perparkiran di Kabupaten Bojonegoro,” pungkasnya. [lus/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar