Politik Pemerintahan

Selama Kekeringan, BPBD Ponorogo Sudah Kirim 2 Juta Liter Air Bersih

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono.(foto:Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Meski hujan sudah mengguyur Ponorogo sejak awal Desember tahun lalu, namun kekeringan yang melanda bumi reyog baru berakhir pada awal bulan Januari ini. Tercatat Desa Duri di Kecamatan Slahung merupakan Desa terakhir yang masih meminta droping air bersih ke BPBD Ponorogo.

“Terakhir Kades Duri menyurati kami tanggal 30 Desember 2019 lalu. Terus awal Januari kita droping air bersih. Setelah itu sudah tidak meminta lagi,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono, Selasa (7/1/2020).

Budi sapaan akrab Setyo Budiono mengungkapkan jika pada kurun waktu tahun 2019 lalu, wilayah yang terdampak kekeringan ada 10 kecamatan, 27 desa dan 41 dusun. Dengan jumlah yang terdampak ada 10.844 jiwa. “Total ada 2.570.000 liter air bersih yang dikirim BPBD Ponorogo kepada masyarakat yang terdampak kekeringan,” katanya.

Untuk antisipasi kekeringan pada masa mendatang, ada beberapa wilayah desa di Ponorogo mendirikan sumur dalam. Seperti di Desa Dayakan Kecamatan Badegan membangun 5 sumur. Desa Duri yang paling lama terdampak kekeringan juga ada 3 sumur. Namun yang sudah berfungsi baru 1 sumur saja.

Kemudian desa-desa terdampak kekeringan di Kecamatan Pulung dan Mlarak juga sudah ada sumurnya. Dan di wilayah lainnya punya rencana untuk pembuatan sumur dalam. Dengan adanya sumur – sumur dalam tersebut, kata Budi paling tidak, bisa mengurangi droping air bersih nantinya. “Kami juga melakukan penghijauan di wilayah-wilayah terdampak kekeringan,” pungkasnya.(end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar