Politik Pemerintahan

Selama Kampanye, Tim Advokasi PDIP Surabaya Catat 38 Pelaporan

Surabaya (beritajatim.com) – Tim advokasi DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menemukan beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh tim salah satu paslon.

Kepala Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Arif Budi Santoso mengatakan, bahwa temuan-temuan itu sudah dilaporkan ke Bawaslu, Panwascam dan Polrestabes Surabaya.

“Jadi, tugas kita memang melakukan pembelaan jika terjadi serang-serangan politik atau serangan hukum yang diarahkan pada kader atau simpatisan dari Paslon 01,” kata Arif.

Arif membeberkan, ada banyak temuan pelanggaran yang dilakukan kubu dan simpatisan dari paslon lain selama masa kampanye. Khusus untuk money politik, lanjut Arif, ditemukan lima pelanggaran, seperti bagi bagi uang, menjanjikan uang transport, bagi-bagi sembako dan bagi-bagi kain.

“Termasuk pembagian bantuan BNPB dan politik adu domba serta anjuran kekerasan. Kemudian, ada pengrusakan dan pencurian APK,” kata Arif.

Selain itu, lanjut Arif, ada temuan pelanggaran protokol kesehatan yang cukup dominan dilakukan oleh kegiatan dari paslon, serta kampanye diluar jadwal dan penyalahgunaan fasilitas umum.

“Bahkan, temuan yang mengejutkan adanya penggunaan dari simbol-simbol partai dan foto dari pengurus partai politik PDIP, yang kita ketahui tidak pernah mendukung paslon 02,” ujar Arif.

Tidak semua temuan kita laporkan. Tapi dari temuan itu, sudah kita pilah dan kita pilih, ada 38 temuan yang kita laporkan,” tutupnya. [tok/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar