Politik Pemerintahan

Selain Tema, KPU Diminta Perhatikan Panelis dan Rumusan Pertanyaan

Jakarta (beritajatim.com) – Dalam beberapa hari terakhir, KPU sudah mulai mengumumkan format debat sebagai salah satu metode kampanye pada pemilu presiden 2019. Debat ini tentu sangat penting, karena akan disiarkan secara langsung melalui media elektronik radio dan televisi, disaksikan secara terbuka oleh masyarakat luas.

Menurut Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, debat adalah salah satu metode kampanye yang diyakini dapat memberikan informasi kepada masyarakat. Sekaligus masyarakat dapat memberikan penilaian, sejauh mana kedalaman penguasaan pasangan calon presiden terkait persoalan bangsa yang dibicarakan di dalam tema debat.

Dia mengatakan, berdasarkan rilis yang disampaikan oleh KPU, debat pasangan calon presiden akan berlangsung lima kali. Dua kali debat pasangan calon presiden dan wakil presiden, dua kali debat calon presiden, dan satu kali debat calon wakil presiden. “Tema debatnya pun juga sudah ditentukan oleh KPU,” kata Titi, Senin (7/1/2019).

Dia memaparkan, debat pertama akan mengangkat tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. Debat kedua mengangkat tema energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, dan infrastruktur. Kemudian debat ketiga bertemakan pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan serta sosial dan kebudayaan.
Debat keempat akan membahas tema ideologi, pemerintahan, pertanahan dan kemanan serta hubungan internasional. Terakhir, debat kelima akan memperdebatkan tema ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, serta perdagangan dan industri.

Selain tema debat, lanjut Titi, beberapa yang menjadi perhatian serius dari desaian debat pasangan calon presiden ini adalah soal panelis debat dan rumusan pertanyaan sesuai dengan tema debat. Terkait dengan pertanyaan dari tema debat, kata Titi, KPU mengatakan seluruh pilihan-pilihan pertanyaan yang mungkin akan muncul di dalam pelaksanaam debat nanti, akan disampaikan semua kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden, paling lambat satu minggu menjelang hari pelaksanaan debat.

Dia menambahkan, pilihan-pilihan pertanyaan ini disiapkan oleh panelis yang ditunjuk oleh KPU, yang berisikan ahli dan profesional di bidangnya masing-masing sesuai dengan tema debat. “Pilihan KPU yang menyampaikan semua pertanyaan yang nanti akan muncul di dalam pelaksanaan debat pasangan calon presiden, menurut Kami perlu ditinjau ulang,” katanya. [hen/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar