Politik Pemerintahan

Selain Sampah Plastik, Menlu Juga Bahas Diskriminasi Sawit

Surabaya (beritajatim.com) – Saat menghadiri dan membuka acara Dialog Tingkat Tinggi Indo Pasifik (High Level Dialogue on Indo Pacific) di Jakarta. Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengkampanyekan pengurngan sampah plastik.

Sebelumnya, pada Rabu (20/3/2019) dirinya mengajak dengan membawa tumblr (botol air minum) yang bisa dipakai ulang sebagai aksi kecilnya untuk menyelamatkan lingkungan dan bumi,

Dilansir dari twitter resmi kemenlu, @Kemlu_RI, Kamis (21/3/2019) selain ajakan untuk mengurangi sampah plastik dalam dialog tingkat tinggi tersebut juga membahas diskriminasi Uni Eropa terhadap kelapa sawit. Isu kelapa sawit Indonesia memang sedang memanas seiring dengan regulasi baru dari negara-negara Eropa perihal dengan aturan ekspor sawit.

Dalam dialog ini pemerintah Republik Indonesia turut menyampaikan keprihatinan terhadap adanya rencana kebijakan Uni Eropa dalam Delegated Regulation yang merupakan turunan dari Renewable Energy Directive II (energi terbarukan).

Menurut pemerintah RI, adanya kebijakan ini sangat mendiskriminasikan produk kelapa sawit indonesia dan merupakan bentuk proteksionisme terselubung yang dilakukan oleh Uni Eropa.

Seperti info pada umumnya, kelapa sawit adalah produk komoditas andalan dan strategis indonesia yang menjadi kunci pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dan berkontribusi terhadap pengentasan kemiskinan, penyediaan lapangan pekerjaan, dan pertumbuhan ekonomi. [juf/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar