Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Sektor Perdagangan Menjadi Penyumbang PDRB tertinggi di Kota Mojokerto

Sosialisasi Metrologi dan Perlindungan Konsumen di Sabha Mandala Madya Pemkot Mojokerto. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMperindag) menggelar Sosialisasi Metrologi dan Perlindungan Konsumen di Sabha Mandala Madya Pemkot Mojokerto, Senin (19/9/2022).

Sebanyak 200 peserta yang terdiri dari PLN, PDAM, Pengelola Rumah Sakit, Pengelola Klinik, Pengelola Industri/Pabrik, Pengelola Supermarket/Toko Modern, Pengelola Ekspedisi, Pengelola SPBU, Pemilik Toko Emas, Para Pedagang dan Ketua Paguyuban Pedagang, diberikan pengetahuan terkait metrologi barang dalam kemasan.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, penting bagi produsen maupun penjual untuk memahami tentang metrologi. Mengingat Kota Mojokerto yang merupakan kota perdagangan dan jasa, dimana sektor perdagangan menjadi penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tertinggi di Kota Mojokerto.


“Inilah pentingnya baik sebagai pemroduksi maupun sebagai penjual harus memahami metrologi, karena ada aturannya yang mengatur tentang metrologi. Ada Undang-Undang nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal. Sebagai pemroduksi atau penjual harus legal dalam menentukan ukuran barang yang dijual kepada konsumen,” ungkapnya.

Ini terkait hak dan kewajiban. Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini berharap, seluruh pedagang maupun industri yang memproduksi produk-produk yang akan diperdagangkan di Kota Mojokerto harus tertib ukur.

Sementara itu, Kepala DiskopUKMperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengajak seluruh pelaku usaha untuk bersama-sama menjadikan Kota Mojokerto menjadi daerah tertib ukur. “Meskipun kita belum memiliki Unit Metrologi Legal (UML) sendiri, tetapi kami terus memperbaiki sistem,” katanya.

Ada dua narasumber yang dihadirkan dalam acara tersebut adalah Kepala Unit Metrologi Legal Kabupaten Mojokerto, Anggi Amrozi, S.sos, dan Kasi Pemberdayaan Konsumen Pelaku Usaha, UPT Perlindungan Konsumen Bojonegoro, Moh Tauchid. [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar