Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Sekolah Penggerak di Gresik Terus Bertambah

Gresik (beritajatim.com) – Sekolah penggerak di Kabupaten Gresik terus bermunculan guna mendorong mutu pendidikan. Sejauh ini total ada 40 sekolah penggerak yang berada dibawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Gresik. Targetnya, empat tahun ke depan sekolah penggerak akan terus ditambah.

Sebagai bentuk keseriusannya anggota komisi IV melakukan fokus grup diskusi (FGD) dengan Disdik Pemkab Gresik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Pemkab Gresik S Hariyanto menuturkan, di Gresik sejauh ini sudah ada sekolah yang melaksanakan hybrid learning. Tapi itu sekolah swasta. Untuk itu, institusinya mendorong agar sekolah negeri di Gresik berlomba-lomba mencapai digitalisasi sekolah sebagaimana tujuan akhir dari sekolah penggerak ini.

“Kedepan dunia pendidikan begitu statis. Untuk itu, pendidikan ini perlu kolaborasi semua stakeholder untuk terus mengembangkan mutunya,” tuturnya, Kamis (11/11/2021).

Masih terkait dengan ini, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Pemkab Gresik Nur Maslichah mengatakan, saat ini di Jawa Timur baru ada delapan kabupaten/kota yang memiliki sekolah penggerak. Salah satunya Gresik. Untuk Gresik sendiri memiliki total 40 sekolah penggerak. Dengan masing-masing, TK sebanyak 9 sekolah, SD 22 sekolah dan SMP 9 sekolah.

“Program Ini merupakan katalisator percepatan hasil belajar. Hasilnya tetap meningkatkan mutu pendidikan dengan melihat belajar siswa secara holistik,” ucapnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga tengah mendorong sebanyak 59 TK, 34 SD, dan 9 SMP untuk menjadi sekolah penggerak selanjutnya. Tapi proses seleksi masih berjalan. “Prosesnya panjang dan ada sejumlah persyaratan. Terutama SDM,” imbuhnya.

Keberadaan sekolah penggerak lanjut dia, nantinya memiliki lima intervensi. Diantaranya, didampingi terus oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, penguatan SDM sekolah dimana tidak hanya Kepala Sekolah tapi juga guru dan pengawas, diajarkan pembelajaran paradigma baru yakni memiliki karakter sesuai tuntutan jaman sekarang, diajarkan perencanaan berbasis data, hingga tujuan akhirnya mengarah pada digitalisasi sekolah.

“Targetnya empat tahun, arahnya digitalisasi sekolah dimana mutu pendidikan akan meningkat diimbangi karakter siswa yang kuat,” tandasnya. [dny/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar