Politik Pemerintahan

Sekda Definitif Belum Ditetapkan, Program APBD Gresik 2021 Bisa Terganggu

Foto ilustrasi

Gresik (beritajatim.com) – Belum ditetapkannya Sekda definitif menyebabkan program APBD Gresik di tahun 2021 terganggu. Hal ini karena di pemerintahan, posisi Sekda merupakan ketua tim anggaran.

Seperti diketahui, Pj Sekda Pemkab Gresik saat ini Abimanyu Pontjoatmojo habis masa tugasnya. Pejabat Pemrov Jatim tersebut telah menjalankan tugas selama enam bulan. Setelah habis masa tugasnya otomatis sekda definitif harus segera ditetapkan.

Belum jelasnya posisi sekda membuat anggaran APBD 2021 dipastikan belum berjalan. Termasuk persoalan gaji para pegawai di lingkungan Pemkab Gresik.

Menanggapi hal ini, Pj Sekda Pemkab Gresik, Abimanyu Pontjoatmodjo mengatakan, persoalan berjalannya APBD itu sudah menghasilkan titik temu. Pimpinan Pemkab Gresik juga merapatkan persoalan tersebut. Pasalnya, saat ini Bupati Sambari Halim Radianto memang belum bisa menandatangani APBD 2021 karena sedang isolasi mandiri.

“Sesuai regulasi, Wakil Bupati Muhammad Qosim bisa menggantikan tanda tangan itu. Nanti yang tanda tangan Wabup Gresik,” katanya, Selasa (12/01/2021).

Saat ditanya terkait proses posisi sekda definitif. Abimanyu tidak banyak berkomentar banyak. Malah dirinya buru-buru masuk ke ruangan karena bersamaan dengan video conference dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membahas evaluasi pelaksanaan PPKM di hari pertama.

“Kalau soal itu no comment lah, mohon maaf saya harus kembali ke ruangan karena ada video conference dengan Gubernur Jawa Timur,” ungkapnya.

Sebelumnya, mantan Sekda Pemkab Gresik Andhy Hendro Wijaya sempat bersilaturahmi ke Pemkab Gresik. Pejabat eselon IIA itu datang ke Pemkab sekitar pertengahan Desember 2020 lalu. Belum tahu maksud kedatangan Andhy ke ruangan Bupati Sambari Halim Radianto itu.

Untuk mengembalikan jabatan Andhy sebagai Sekda definitif, Pemkab masih menunggu Salinan putusan dari Mahmakah Agung. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar