Politik Pemerintahan

Dampak Covid-19

Sejumlah Samsat Corner Ditutup, Pembayaran Via Online Meningkat

Kepala Bapenda Provinsi Jatim, Boedi Priyo Suprayitno

Surabaya (beritajatim.com) – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim melakukan pembatasan pembayaran pajak secara tunai melalui penutupan sejumlah layanan. Tak kurang dari 164 layanan unggulan terdampak dari pembatasan seiring pandemi covid-19 tersebut. Dampaknya, kunjungan wajib pajak berkurang hingga 40 ribu per hari.

Kendati terjadi pengurangan jumlah pengunjung, Bapenda mencatatkan ada kenaikan transaksi melalui layanan pembayaran berbasis online atau Payment Point Online Bank (PPOB). Layanan tersebut tersedia di gerai Indomaret, Alfamart, Griya Bayar BTN, Tokopedia, Linkaja, Samsatonline nasional (Samolnas) dan e-Samsat khusus untuk pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan.

Kepala Bapenda Jatim Boedi Prijo Soeprajitno mengungkapkan, sejak 164 layanan unggulan seperti Samsat keliling, Samsat drivethru, Samsat corner dan payment point  ditutup terjadi pengurangan pengunjung dari 62 ribu kunjungan per hari menjadi sekitar 22 ribu kunjungan.

Sementara lonjakan pembayaran melalui PPOB mencapai 21.963 transaksi selama Bulan Maret. Meningkat dari bulan Februari sebanyak 10.315 transaksi dan Januari sebanyak 8.143 transaksi.

“Dengan ditutupnya sejumlah layanan, masyarakat tetap berupaya memenuhi kewajibannya membayar pajak melalui layanan PPOB yang sudah kita buka,” tutur Boedi Prijo didampingi Kabid Pajak Bapenda Jatim Poernomosidi, Jumat (3/4/2020).

Istimewanya, lanjut Boedi, jika biasanya pembayaran online hanya bisa untuk pajak yang jatuh tempo H-6 bulan dan H+6 bulan, maka saat ini pembayaran online bisa dilakukan untuk pajak yang sudah jatuh sampai lima tahun kecuali cetak STNK.

Pembatasan layanan bukan menutup seluruh layanan pembayaran secara tunai. Masyarakat masih bisa membayar  di 46 layanan Samsat Induk di seluruh Jatim yang dibuka mulai pukul 08.00 – 12.00.

Selain itu juga 20 titik layanan drive thru juga dibuka untuk mengurangi kepadatan antrean di Samsat. “Semua layanan yang masih dibuka tetap memenuhi standar protokol kesehatan, ada jarak yang diterapkan. Bahkan jika masih terjadi antrean, sewaktu-waktu samsat keliling akan di buka di area Samsat,” tegas Boedi.(tok/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar